mobilinanews (Malaysia) - Juara di GP Malaysia pekan ini, Marc Marquez berpeluang mengunci gelar juara dunia 2026 di GP Qatar pekan depan.
Memetik poin penuh, 25, pada main race di Sirkuit Sepang, Minggu (1/11) siang, pembalap pabrikan Ducati itu kini meninggalkan Jorge Martin (Aprilia) dengan selisih poin 44.
Usai Malaysia sirkus MotoGP hanya menyisakan 3 seri balap di Qatar, Portugal dan Vakencia (Soanyol). Jika memenangkan seluruh balap sprint dan balap utama di 3 seri itu, si pemenangnya hanya bisa memetik maksimal poin 111. Artinya, Marquez harus meningkatkan selisih poinnya dari 44 saat inì menjadi minimal 74 poin di Sirkuit Losail, Qatar. Ia harus petik minimal 30 poin di sono.
Dari mana potensi 30 poin tambahan itu bisa ia dapat? Begini variannya:
Terlebih dahulu MM93 harus memetik poin di ajang sprint race, minimal 5 angka. Jika di bawah itu, maka apa pun hasilnya pada main race hari Minggu tak cukup mengunci gelar 2026.Jika finish 5 Besar di sprint maka ia harus menjadi juara pada main race.
Namun, jika ia juara di sprint dengan imbalan 12 poin, maka saat balapan utama ia cukup finish runner up di Qatar.
Bila semua skenario itu berjalan mulus maka Marquez meraih gelar grand prix kali ke-10, 8 di antaranya kelas primer. Merontokkan rekor gemilang sebelumnya yang dicatat Valentino Rossi dengan 9 gelar GP, 7 di kelas primer.
Tapi, semua itu hanya akan berjalan jika GP Qatar bisa dilangsungkan pekan depan. Soalnya, sampai saat ini belum ada keputusan resmi dari pihak pemerintah dan promotor lokal maupun Liberty Media apakah hajatan ini terselenggara apa tidak.
Itu adalah dampak dari perang yang masih berkecamuk di kawasan Timur Tengah. Dan, di antara pembalap dan kru masih terpecah suaranya. Sebagian keberatan, sebagian setuju jika dapat jaminan keamanan, dan sebagian seperti menunggu apa kata petinggi MotoGP.
Marquez sendiri cenderung tak ingin berangkat ke Qatar dengan alasan keamanan. Hanya saja kalimatnya lebih santun dan diplomatis dibandingkan Alex Marquez yang vokal menyebut tak ingin ke Qatar.
Untuk menghindari Qatar, Alex malah berencana operasi cedera lamanya pada Selasa nanti dan itulah alasannya tak hadir jika GP Qatar digelar.
Hingga usai GP Malaysia belum ada kabar pasti soal Qatar dan pernyataan Marquez.
Hanya saja di Mandalika lalu Marquez sempat bicara dengan jurnalis senior MotoGP David Emmett soal perlunya GP Qatar dilombakan.
"Hidup hanya sekali, sedangkan untuk balapan bisa berkali-kali," tegasnya, pendek tapi maknanya dalam atau dengan kata lain ia lebih utamakan keselamatan daripada yang lain.
Bagaimana kalau GP Qatar batal. Oh, akan lebih mudah buat Marquez! Ia hanya perlu finish di depan Martin dan Bezzecchi untuk mencetak gelar baru. Kalaupun kalah, ya kalah tipis saja maka situasi aman dan tenteram. (*)