MotoGP 2026 Qatar: Marc Marquez, "Lusail Bukan Favorit Saya!"

Kamis, 05/11/2026 00:51 WIB
Rulin purba


Marc Marquez (Spanyol/Ducati). (Foto: ducati)
Marc Marquez (Spanyol/Ducati). (Foto: ducati)

mobilinanews (Qatar) - Seperti adiknya, Alex Marquez,  Marc Marquez salah satu dari 19 pembalap MotoGP yang keberatan ke GP Qatar dalam situasi perang yang tak menentu di kawasan Timur Tengah.

Bedanya, Alex menyatakan pendapatnya dengan lantang dan bersama Jack Miller (Pramac Yamaha) menjadi pembalap paling vokal menyuarakan keberatan tanding ke Qatar.

Sebaliknya dengan Marquez. Ia terkesan keberatan ke Qatar tapi kalimatnya lebih halus dan diplomatis.

"Hidup hanya sekali,  tetapi balapan bisa berkali-kali," katanya menyiratkan prioritasnya adalah keselamatan ketimbang balapan.

Tapi, pada akhirnya Marquez tak punya pilihan. Ia harus berangkat ke Qatar untuk bertarung meski terkesan malas-malasan karena pada Rabu (4/11) masih berada di negerinya, Spanyol, meski sesi resmi jumpa pers berlangsung pada Kamis (5/11). Tak lagi peduli pada dampak  jetlag seperti biasanya.

Ia tak bisa menolak karena timnya, Lenovo Ducati, sudah berkomitmen untuk mengikuti event tersebut sesuai kontrak dengan MGPSEG selaku penyelenggara. Apalagi, pemegang hak komersial MotoGP itu memberi ancaman sanksi yang berat kepada tim dan pembalap yang memboikot seri ini sebagaimana telah dilayangkan kepada Yamaha dan Pramac Yamaha yang sudah tegas menolak balapan di Qatar. 

Ancamannya adalah tim dan pembalap yang memboikot akan dilarang tampil pada dua sisa balapan tahun ini di Portugal dan Valencia. Kemungkinan juga denda yang besar.

Meski tidak diutarakan, itulah yang menakutkan buat Ducati dan Marquez. Jika ikut Yamaha memboikot seri Qatar dan ancaman MGPSEG itu dibuktikan maka Ducati bisa kehilangan gelar juara konstruktor tahun ini yang sudah di depan mata.

Begitupun gelar juara dunia 2026 yang sudah di ujung tangan Marquez.  Apalagi di Qatar ia punya peluang memastikan gelar jika bisa meraih 30 poin dari sesi sprint dan main race. Target yang sepertinya akan lebih mudah karena saingan dekatnya, Jorge Martin (Aprilia), masih dalam pemulihan cedera pergelangan tangan kanan. Martin belum ada kepastian hadir di Qatar, namun kalaupun hadir bisa dipastikan penampilannya masih akan jauh dari level 100%.

Dalam siaran pers resmi tim Lenovo Ducati menuju Qatar, Marquez sama sekali tidak menyinggung pro dan kontra penyelenggaraan GP Qatar di tengah konflik di negara sekitar Qatar. Ia juga tidak menyinggung potensi mencetak gelar MotoGP ke-8-nya sekaligus rekor prestisius melampaui rekor Valentino Rossi dengan 7 gelar.

"Qatar (Lusail) adalah lintasan yang hebat, tapi bukan favorit saya. Pada tahun-tahun tertentu sebelum ini saya benar-benar kesulitan di situ," katanya.

Meski begitu pendekatan strateginya tak akan berubah seperti beberapa seri terakhir, yakni kerja bertahap deri satu sesi ke sesi berikutnya untuk membangun set-up dan kepercayaan diri pada sesi balapan. Jika pada sesi dua balapan nanti ia peroleh minimal 30 poin maka resmilah dia jadi juara dunia 2026. (r)

 

 

Tag

Terpopuler

Terkini