mobilinanews

Hanya Raih 2 Trofi Juara di ISSOM 2023 Seri 3, Benny Santoso : Harus Lebih Baik Lagi di Round Depan!

Senin, 14/08/2023 11:08 WIB
Hanya Raih 2 Trofi Juara di ISSOM 2023 Seri 3, Benny Santoso : Harus Lebih Baik Lagi di Round Depan!
Hyundai Elantra N TCR antar Benny Santoso raih 1 trofi juara dan 1 trofi runner up di ISSOM 2023 round 3, Sentul International Circuit Bogor, Minggu (13/8/20230. (foto2: darmawan)

mobilinanews (Bogor) - Pembalap senior Benny Santoso kembali meraih trofi juara pada ajang balap mobil ISSOM 2023 seri 3 di Sentul International Circuit, Bogor, Minggu (13/8/2023).

Benny Santoso naik podium sebagai juara pertama kelas STCR (Super Touring Car Race Championship) dan juara kedua kelas ITCR 3600 Max menggunakan Hyundai Elantra N TCR.

Meski hanya runner up kelas ITCR 3600 Max, tak terpancar raut wajah sedih pada Benny Santoso. Juara satu kali ini kembali direbut Glenn Nirwan dari BRM Motorsport-TCD, mengandalkan Audi RS3 LMS.

Benny Santoso (kedua dari kiri) di podium juara 1 kelas STCR dan Dypo Fitra (kiri) juara 2

"Tetap bersyukur, dan enjoy mendapat trofi sebagai juara 2. Kalau sekarang belum bisa juara satu, ya berusaha lagi agar di seri berikutnya bisa lebih baik. Saya balap hanya sebagai hobi. Saya bisa ketemu teman-teman di sini aja sudah senang hehe," ujar Benny Santoso.

Sebagai pengingat, pada seri 2 ISSOM 2023 yang berlangsung 16 Juli lalu, Benny yang debut menggunakan Hyundai Elantra N TCR langsung bisa meraih trofi sebagai juara satu.

Namun kali ini, sejak sesi latihan dan QTT, best lap Benny kalah cepat dari Glenn dengan 1:37 kecil. Pada seri 2 ISSOM lalu, Benny mencetak best lap 1:38 kecil. Sedangkan pada seri 1 ISSOM, Glenn menjadi juara dengan 1:40. Terjadi penajaman waktu signifikan oleh Glenn. 

Apa penyebab Hyundai Elantra N TCR kalah dari Audi RS3?

 Z&C Corp 56 bersiap start di kelas ITCR 3600 Max

"Yang jelas, ban pada Elantra hanya mampu digaspol 2 lap. Selebihnya, sudah tidak nge-grip dan berbahaya jika dipaksakan. Maka setelah 2 lap, gap dengan Glenn makin renggang. Masalahnya, saya masih kesulitan mendapatkan ban dengan spec yang bisa digaspol selama 12 lap...," terang Benny.

Ah, masak Benny Santoso nggak bisa mendapatkan ban Hankook dengan spec tersebut? Ndatengin Hyundai Elantra N TCR dari Jerman saja dua hari sampai Bandara Soetta.

Sang juragan ekspor bawang merah dan importir bawang putih, asal Brebes, Jawa Tengah ini hanya tersenyum.

 Bersama Zavian Fabrizio Santoso (putranya yang pegokart) dan perwakilan Glenn Nirwan, di podium juara ITCR 3600 Max

Dia juga memilih ahli suspensi dan tukang baca data log mobil yaitu Mas Dede dari Add Suspension dari Sukoharjo, Jawa Tengah, yang selama ini dikenal piawai di balap motor. Ketimbang mendatangkan beberapa enginer dari Malaysia, Hongkong, Selandia Baru atau Jerman misalnya. 

"Kalau dari data log dan analisa saya, bos Benny kalah pada ban. Satu dua lap masih bisa nempel. Setelah itu, ya harus menahan diri, kalau tidak bisa-bisa pecah ban," ungkap mas Dede. 

Benny Santoso tak pernah larut pada "kekalahan" di ajang balap. Pasalnya, ia harus bersiap mengikuti race kelas lainnya. Usai ITCR 3600 Max, ayah pegokart Zavian Fabrizio Santoso langsung bersiap race kelas STCR.

"Alhamdulillah, meski sempat disalip Rian Risky karena startnya lebih bagus, saya bisa kembali ambil posisi terdepan di tikungan terakhir masih di lap pertama. Lumayan, juara 1 di STCR," kata Benny tersenyum.

 Laju "H Miring" Benny Santoso terhambat persoalan ban

Lalu, bagaimana dengan kelas lainnya?

"Kali ini tidak turun di ITCR 1600 Max, karena Honda Jazz tidak siap tempur. Padahal, kans dan posisi saya bagus di situ. Sementara di Honda City Hatchback Speed Challenge, DNF (Did Not Finish) setelah insiden "senggolan" dengan Fitra Eri, di lap berikutnya kesundul pembalap baru, sampai masuk rumput. Sedangkan di ITCR 1500, (City Hatchback) bermasalah di pengereman," beber Benny. 

Sebelumnya, di round 2 ISSOM, bos PT Z&C Corps ini turun di 5 kelas dengan hasilkan 3 trofi juara.

"Kalau ada jeda waktu, sebetulnya saya juga ingin ikutan kelas Eshark Dapur Cokelat Touring Champioship. Tapi karena jadwalnya, setelah STCR langsung race Eshark, iya nggak mungkin bisa dong," ungkap Benny.  

Usai balap ISSOM, Benny bisa tersenyum dengan membawa 2 trofi : juara kelas STCR, dan runner up ITCR 3600 Max.

Sebab jika pulang dengan tangan kosong, pasti akan di-ceng-in bos cilik, Zavi - panggilan akrab Zavian Fabrizio Santoso - yang pada event gokart Eshark Rok Cup 2023 seri 4 lalu di Sirkuit Sentul kecil sukses meraih trofi juara satu Entry Level. (budsan)    

       

  

About Us | Our Team | Careers | Pedoman Siber | Disclaimer

© 2017 mobilinanews.com All Right Reserved
frodo