TransTRACK Academy Perkuat Talenta Digital di Sektor Transportasi, Logistik, dan Supply Chain untuk Kemajuan Industri di Indonesia

Kamis, 03/07/2025 19:10 WIB
Wilfrid Kolo


Petinggi TransTRACK saat meluncurkan TransTRACK Academy untuk mendukung industri logistik
Petinggi TransTRACK saat meluncurkan TransTRACK Academy untuk mendukung industri logistik

mobilinanews (Jakarta) - Kebutuhan tenaga ahli teknis di bidang Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan Data Analytics menjadi sangat penting untuk industri logistik, transportasi yang mengandalkan sistem Tracking.

Apalagi untuk perusahaan TransTRACK sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi  Trucking yang kini telah memiliki kurang lebih 144 perusahaan partner bisnis.

Potensi bisnis mereka sangat tinggi, karena industry yang digarap membutuhkan perangkat inovatif yang mendukung efisiensi operasional perusahaan transportasi dan logistik.

Menjawab itu, TransTRACK resmi meluncurkan TransTRACK Academy, sebuah platform pelatihan dan sertifikasi berbasis kebutuhan industri.

Dalamnya, mereka menggulirkan Kurikulum TransTRACK Academy mencakup tiga bidang utama: Fleet Engineering, Digital Supply Chain dan Computer Engineering.

Program pelatihannya bertingkat, mulai dari level pemula hingga lanjutan, dilengkapi sertifikasi industri yang relevan dan aplikatif.

Pada tahap awal ini, TransTRACK Academy akan berfokus kepada dua kurikulum terlebih dahulu, yakni Fleet Engineering dan Digital Supply Chain.

Founder dan CEO TransTRACK, Anggia Meisesari mengakui bahwa mereka membutuhkan talenta-talenta unggul di sektor transportasi, logistik, dan supply chain untuk memastikan adopsi teknologi berjalan efektif, aman, dan memberi dampak nyata.

“Melalui TransTRACK Academy ini, kami hadir untuk mendukung agenda nasional penciptaan lapangan kerja dan peningkatan daya saing Indonesia di industri logistik global,” kata Anggia di Jakarta, Kamis (2/7).

Akademi yang digagas TransTrack ditujukan ke ‘jantung’ industri transportasi dan logistik di Indonesia. Alasannya jelas, bidang itu masih dihadapkan pada ketidakefisienan operasional, disebabkan kekurangan tenaga kerja, tetapi minimnya talenta terampil yang siap pakai.

Konsekuensinya, mengintip Indeks Kinerja Logistik (LPI) Indonesia merosot tajam dari peringkat 45 pada 2018 menjadi peringkat 63 pada 2023, terutama akibat lemahnya sistem tracking & tracing serta keterbatasan kapasitas tenaga kerja (World Bank, 2023).

Sementara itu, adopsi teknologi digital di sektor logistik dan manajemen armada terus meningkat, namun banyak teknisi dan operator belum memiliki keterampilan untuk mengoptimalkannya.

Kondisi di atas turut berkontribusi pada tingginya biaya logistik Indonesia yang mencapai sekitar 23% dari PDB, jauh melampaui standar global (Tenggara Strategics, 2024), mempertegas bahwa ketersediaan teknologi harus diimbangi dengan kesiapan SDM.

Co-Founder dan CTO TransTRACK, Aris Pujud Kurniawan menyebutkan bahwa kesiapan SDM menjadi faktor kunci dalam keberhasilan transformasi digital.

“TransTRACK Academy merupakan bagian integral dari strategi teknologi jangka panjang kami. Materi pelatihan dikembangkan langsung dari kebutuhan operasional di lapangan dan disampaikan oleh para praktisi serta trainer bersertifikasi,” papar Pujud.

Fokus utama mereka, lanjutnya, adalah peningkatan keterampilan teknis berbasis teknologi seperti IoT, AI, dan fleet operations.

Selanjutnya, Head of TransTRACK Academy, Budi Santosa menjelaskan bahwa TransTRACK Academy dirancang untuk menjawab kebutuhan riil industri dengan pelatihan yang aplikatif dan langsung bisa diterapkan di lapangan.

Ia pede bahwa kurikulum yang mereka dikembangkan di bangun dari tantangan operasional sehari-hari dengan tenaga pengajar yang kompeten.

“Kurikulum TransTRACK diajarkan oleh praktisi berpengalaman, dan terbuka bagi SMK, mahasiswa, serta profesional, sehingga punya korealsi kuat dengan kebutuhan industri,” ungkapnya.

Dalam akademi, mereka tidak hanya meningkatkan keterampilan peserta didik, tapi juga menjadi jalur rekrutmen resmi TransTRACK.

“Kami menargetkan 30 teknisi baru hingga akhir 2025. Ini bukan sekadar pelatihan, tapi investasi untuk membangun talenta logistik masa depan,” tukasnya.

Pendaftaran TransTRACK Academy dibuka mulai 7 hingga 31 Juli 2025, dengan penawaran promo early bird sebesar potongan Rp250.000 untuk peserta yang mendaftar pada periode 7–16 Juli 2025.

Program pelatihan akan segera dimulai dan terbuka bagi lulusan SMK, mahasiswa, hingga profesional yang ingin meningkatkan kompetensi teknis mereka di era digital.

TransTRACK Academy juga membuka kolaborasi dengan SMK, universitas, dan komunitas industri untuk memperkuat rantai pasok talenta di sektor logistik dan transportasi.

Aktivitas Academy mencakup kajian buku, riset dan konsultasi, pelatihan intensif, serta seminar bersama pelatih terkemuka.

Peluncuran ini semakin memperkuat posisi TransTRACK sebagai tech enabler yang tidak hanya menyediakan solusi digital untuk optimalisasi armada dan supply chain, tetapi juga sebagai katalisator pengembangan SDM dan transformasi industri berbasis data di Indonesia.

Tag

Terpopuler

Terkini