motorinanews – Pecinta balap alias dragbike tidak hanya tampak dari gaya motornya yang minimalis alias trondolan dan ban cacing. Kini gaya maniak karapan motor sudah punya atribut sendiri. Tanpa atribut ini, mending enggak usah mengaku sebagai penggila balap dragbike.
Adalah Martin Hidayat yang memberi warna khusus pada pecinta adu kebut trek lurus roda dua. Lewat rumah pakaian bermerk Racingline, pria asal Bandung ini menciptakan ciri penampilan para penyuka dragbike yang selama ini tidak dilirik produsen apparel otomotif Tanah Air lain yang lebih dulu berkiprah.
Ya, ketika AHRS memilih arena road race, dan Ardians mengambil pasar balap off road, Racingline yang baru berkecimpung 5 tahun lalu. menerobos di arena dragbike. “Pasti lah, awalnya susah. Balapan dragbike kayak anak tiri. Tapi mereka punya komunitas yang kental. So, saya terinspirasi memberi ciri pada penyuka dragbike,” pria yang bermarkas di Jl. Sultan Agung, No. 13, Kota Bandung itu.
Cukup bicara sejarah, kita lirik pakaian produksi Racingline yang mewabah di kalangan dragbiker dan penikmatnya. Secara fisik mirip apparel berbau adu kebut arena balap jalan raya dan garuk tanah. Tetap tampil dengan warna mencolok, terang dan kontras alias saling bertabrakan. “Ini memang ciri utama dunia balap yang harus tampil berani. Jadi warna-warnanya berani juga. Selain jadi eye catching,” jelas Martin.
Tapi, khusus apparel dragbike, Martin memasang jargon-jargon yang memang dikenal di dunia balap lintasan lempeng. Semisal, jargon ‘Fun At 201 Meter’ pada t-shirtnya. Kita tau, 201 meter itu adalah jarak yang biasa dipakai sebagai panjang lintasan arena berlaga para dragbiker. “Jargon-jargon kita jadi ciri yang lebih mendekatkan diri pada keseharian pecinta dragbike. Sekaligus memberi pembeda pada balapan lain,” jelas Martin yang mengaku mencipta sendiri jargon-jargon itu.
Di arena dragbike, nama Racingline sudah mewabah. Bahkan merk ini mengalahkan brand internasional seperti alpine star. Makanya, nggak aneh kalau produk apparel Racingline meliputi seluruh tubuh. Mulai topi, jaket, kaus t-shirt, tas, dompet hingga sepatunya. “Desain kami sederhana, tapi bentuknya ramping, biar kesannya sporty. Kalau dipakai buat harian juga trendy,” jelas pria langsing itu.
Selain menggunakan bahan berkualitas yang awet, lentur dan adem, keunggulan Racingline sebagai produk dalam negeri, jelas di harganya. Terjangkau dompet kita-kita, Bro! (Teks : Aries Susanto; Foto : ASK)