motorinanews - Cal Crutchlow berhasil menapaki podium tertinggi di MotoGP Ceko berkat pemilihan ban secara tepat. Hal tersebut juga diikuti oleh pebalap Avintia Racing yakni Loris Baz yang berhasil di posisi ke 4.
Sementara Rossi yang salah pada pemilhan ban depan harus cukup memakan waktu lama untuk berradaptasi. Hasilnya, setelah 17 putaran dirinya baru bisa mendapatkan cengkraman ban yang cukup dan berhasil merangsek masuk di barisan terdepan. Akhirnya The Doctor berhasil masuk garis finish kedua tercepat setelah Cal Crutchlow.
Sedangkan rekan satu tim Valentino Rossi yakni Jorge Lorenzo harus menerima kekecewaaan yang mendalam. Pasalnya juara dunia tahun lalu itu sempat membuat kaget kru Yamaha di pitbox saat dia memutuskan mengganti motor ketika balapan tinggal menyisakan tujuh putaran dan ketika dia justru sedang meningkat kinerjanya di MotoGP Ceko, Minggu (21/8).
Dan lebih parahnya lagi, dirinya kembali lagi ke pitbox dan memakai motor pertamanya. Berkat penukaran motor sebanyak 2 kali itu, membuatnya tertinggal satu putaran dari pebalap terdepan dan finis ke-17, atau pebalap paling buncit yang bisa menyelesaikan lomba.
Menurut keterangan resmi dari Yamaha, Lorenzo berindikasi membuat kesalahan dengan mendadak menukar motor, sementara motor pengganti yang disiapkan memakai ban slick atau gundul untuk antisipasi kalau trek menjadi kering.
Karena itulah tak lama kemudian Lorenzo melakukan pergantian motor kedua karena trek masih sangat basah.
"Lorenzo terus membalap dengan agresif, namun dia dipaksa datang ke pitbox dengan tujuh putaran tersisa setelah bagian tengah ban depannya menjadi sangat aus. Pitstop mendadak yang tidak terduga ini memaksa dia menukar dengan motor kedua yang dipasangi ban slick untuk kondisi normal ketika terjadi kondisi flag to flag (pergantian motor saat kondisi trek berubah),” kata petinggi Yamaha dalam laman resminya.
Lorenzo sendiri dalam keterangannya tidak menjelaskan apakah dia sengaja berjudi dengan beralih ke ban slick, dan bersikeras bahwa dia terpaksa masuk pit karena kondisi ban depan yang parah.
Sebagai catatan, ketika akan melakukan pergantian motor yang pertama, kinerjanya sedang menanjak dari posisi 16 ke posisi 10 dan catatan waktunya juga lebih kencang dari rombongan terdepan, hanya tujuh putaran tersisa.
Entah apa yang ada dipikirannya saat itu. Lorenzo tampak bingung bahkan suasana di pitbox Yamaha juga merasa dibingungkan pada pergantian motor yang kedua. Sempat terlihat ada perdebatan antara Lorenzo yang terlihat kesal dengan krunya.
“Ini sangat disayangkan karena saya sedang menjalani balapan yang hebat, hanya saja saya kesulitan dalam pengereman di awal balapan ketika masih banyak genangan air, dan khususnya dengan ban tipe hard saya tak punya grip (daya cengkeram ban) ketika keluar tikungan,” kata Lorenzo.
“Saya harus sangat hati-hati dan itulah sebabnya saya jauh tertinggal dari yang terdepan. Sedikit demi sedikit, ketika trek mulai kering, ban belakang menjadi lebih baik dan saya mulai percaya diri.”
“Tujuh putaran menjelang akhir lomba, ban depan aus sehingga saya harus mengganti motor dua kali dan saya menyelesaikan balapan di atas motor pertama di urutan ke- 17.”