motorinanews - Para penggila dunia balap MotoGP pasti mengenal dengan sosok pebalap bertalenta asal Italia, Valentino Rossi. Pebalap tim Movistar Yamaha ini pernah didapuk menjadi atlet terbaik versi Harian Olahraga La Gazzetta dello Sport (27/4).
Bahkan `The Doctor` julukan Rossi mampu disejajarkan dengan beberapa atlet ternama dunia seperti Michael Jordan (Basket), Muhammad Ali (tinju) dan Edison Arantes do Nascimento atau biasa dipanggil Pele (Sepak bola).
Dalam perkembangan dunia balap akhir-akhir ini banyak muncul pebalap hebat dan berbakat yang tampil fantastis. Tapi dari sekian banyak pebalap yang menggunakan intelengensi tinggi serta mempunyai taktik dan strategi dalam menyusun serangan atau strategi dalam meraih kemenangan dalam satu balapan sangatlah jarang ditemui.
Dari sinilah kita lihat keunggulan `The Doctor` dibanding pebalap lainnya. Meskipun diumurnya yang tidak lagi muda, Rossi tetap memiliki kepribadian yang sama saat ia muda yakni murah senyum, menarik dan karismatik. Serta gaya selebrasi unik dalam merayakan kemenangan menjadi ciri khas dan kelebihan tersendiri dari seorang Valentino Rossi.
Jika dilihat dari prestasinya, pebalap kelahiran Urbino, Italia ini merupakan satu-satunya pebalap motor yang dapat juara di empat kelas berbeda yakni 125cc, 250cc, 500cc dan MotoGP.
Valentino Rossi tahun 1997

Rossi pertama kali menjadi kampiun kelas 125cc pada 1997 dan salah satu kemenangannya diraih di Sirkuit Sentul, Jawa Barat, Indonesia. Kemudian rider berpaspor Italia ini menjadi juara kelas 250cc pada 1999. Pada 2001, Rossi menjadi juara kelas 500cc dan MotoGP pada 2002, 2003, 2004, 2005, 2008 dan 2009.
Selain itu, Rossi juga menjadi pebalap termuda dalam sejarah MotoGP yang berhasil menyabet juara dunia 250cc di tahun 1999. Sembilan kali sebagai juara dunia di semua kelas, Rossi sudah mampu menyamai Mike Hailwood dan Carlo Ubbiali, hanya Agostini yang lebih unggul dengan 15 kali kemenangan.
Ditambah lagi Rossi menjadi satu-satunya pebalap dalam sejarah MotoGP yang berhasil mengoleksi juara dunia kelas premier lewat mesin berbeda yakni 500cc-4 silinder mesin 2 tak (Honda NSR500), 990cc-5 silinder mesin 4 tak (Honda RC211v), 990cc-4 silinder mesin 4 tak (Yamaha M1), 800cc-4 silinder 4 tak (Yamaha M1).
Hingga saat ini, hanya rekor dari sang Legenda Giacomo Agostini lah yang mampu menghambat Rossi untuk bisa menjadi pebalap legendaris nomer satu sejak balapan MotoGP ini dilombakan pada tahun 1960 lampau.
Valentino Rossi di Tim Ducati pada tahun 2011

Tidak bisa disebut Legenda jika tidak mengalami masa suram. Rossi pernah dua tahun tenggelam bersama tim Ducati. Namun sejak ia kembali bergabung dengan tim Yamaha, Rossi kembali mendekati performanya dengan tampil masuk dalam kelompok 4 besar atau yang lebih dikenal dengan `Fantastic Four` masing-masing Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa dan si bayi ajaib Marc Marquez.
Keberhasilan Rossi menjadi bukti dan fakta bahwa apa yang sudah dicapainya menjadi tak terbantahkan jika akhirnya disebut sebagai Legenda motoGP. Pencapaian prestasi seperti itu tentu tidak mungkin bisa dicapai jika hanya mengandalkan menjadi pebalap tercepat semata, melainkan bakat dan kecerdasan serta skill yang dimiliki menjadi kombinasi yang sangat briliyan dan sulit untuk ditandingi oleh para pembalap lain.
Lantas, layakkah Valentino Rossi jadi seorang atlet Legenda?
