motorinanews – Memalukan. Kata itu yang keluar dari hampir seluruh peserta kejurnas motocross seri 1 yang direncanakan di Pati, Jawa Tengah, 2-3 April 2016.
Bagaimana tidak, sudah terlanjur jauh-jauh datang, menyewa hotel, menyiapkan motor dan lain-lain, ternyata mendapati sirkuit yang tidak layak untuk event kejurnas.
Tak pelak, 14 tim pun segera membuat pernyataan yang berisi bahwa sirkuit Bendha Indah, Pati tidak bisa dipakai ajang kejurnas. Meski pun kemudian ada beberapa tim yang ikut event diubah menjadi event tarkam.
“Kalau kita langsung pulang. Nggak tahu yang lain kalau ikut eventr tarkam. Mestinya kalau sudah dinyatakan tidak layak ya mending nggak balap. Kalau kita masih aja balap tarkam kita goblok namanya. Sudah dinyatakan tidak layak kok masih mau,” ujar Irwan Ardiansyah, crosser senior Indonesia.
Bagaimana ini tanggung jawab PP IMI?
“Sebetulnya kan sudah ada SOP-nya (Standar Operational Procedur) dari top leadernya. Berarti itu nggak jalan dong. Sayang sekali, padahal kita akan memiliki kejuaraan dunia motocross mulai tahun depan loh,” ungkap A Judiarto, ketum IMI DKI yang mantan crosser nasional.