motorinanews – Simpang siur pelaksanaan MotoGP Indonesia pada tahun 2017, rupanya mengundang perhatian The Doctor Valentino Rossi.
Saat berkunjung ke Bali, Selasa (26/1), Valentino Rossi memandang pentingnya Indonesia kembali masuk kembali ke dalam kalender MotoGP.
“MotoGP harus kembali masuk ke Indonesia sebagai bentuk terima kasih spesial kepada para penggemarnya yang selama ini hanya dapat menonton lewat layar kaca. Dari perspektif bisnis, Indonesia memiliki market sepeda motor yang baik termasuk buat Yamaha,” kata The Doctor sebagaimana dikutip dari Crash.Net, Rabu (27/1).
Sayangnya hal ini semakin kabur, seiring tidak ada titik temu antara sirkuit Sentul International dan Pemerintah Indonesia.
Pada Jumat malam (29/1), Tinton Soeprato selaku petinggi sirkuit Sentul International turut angkat bicara. “Pemerintah mestinya cepat menentukan sikap jika ingin menggelar MotoGP di Indonesia,” kata Tinton di Joglo Beer, Kemang.
Menurut Tinton, alasan pemerintah tidak dapat mengucurkan dana APBN untuk biaya renovasi sirkuit Sentul yang milik swasata dan pelebaran akses tol menuju sirkuit, serta rencana membuat sirkuit alternatif dapat dikatakan sebagai langkah mundur dari kesepakatan kerja yang telah ditandatangani dengan pihak Dorna selaku penyelenggara MotoGP.
“Jika sampai gagal, pemerintah terancam membayar denda hingga miliaran rupiah sesuai poin klausul yang ada di dalam draft kesepakatan kerjasama, serta mengundang image buruk pemerintah Indonesia di mata dunia,” imbuh Tinton.
Dalam hal ini, ayah dari Ananda Mikola dan Moreno Soeprapto mengungkapkan semakin terserabutnya sirkuit Sentul International dalam penyelenggaraan MotoGP 2017 di Indonesia juga melupakan satu hal penting yaitu upaya membawa kembali ajang balapan motor paling terkemuka di dunia itu adalah hasil inisiatif pihak sirkuit Sentul International dalam menjalin komunikasi dengan pihak Dorna.
“Kami paham dana APBN tidak dapat dipakai untuk pembangunan sirkuit Sentul yang notabene milik swasta, namun kami berharap pemerintah dapat membantu menemukan jalan keluar. Sayang kalau MotoGP Indonesia yang sudah di depan mata sampai gagal,” pungkasnya.
Untuk dapat menyelenggarakan MotoGP di sirkuit Sentul, pihak pengelola sirkuit membutuhkan bantuan ada sekitar Rp 200 miliar untuk biaya renovasi sirkuit. Ini belum termasuk biaya pembangunan akses jalan dan gerbang pintu tol menuju sirkuit.
Waduh, kira-kira ada pendapat lain, Bro Sis… (sumber foto: Crash.Net)