mobilinanews.com, (Jakarta) – Tingginya angka kecelakaan usia remaja yang mencapai angka hingga 32.273 kejadian terjadi pada rentang usia 16-30 tahun (data Korlantas Polri).
Jika anda berencana memilih mobil untuk anak berusia remaja, cermati fitur keselamatan atau keamanan pada mobil yang akan dipilih.
Insurance Institute for Highway Safety-Highway Lost Data Institute (IIHS-HLDI) adalah sebuah institusi independen yang mengulas lebih dalam tentang keselamatan pengguna mobil.
Institusi yang telah ada sejak 1959 dan berlokasi di Amerika ini, peduli tentang keselamatan berkendara dan telah melakukan serangkaian crash test yang telah menjadi rujukan bagi produsen mobil dunia.
Menurut IIHS, ada 4 hal yang perlu dipahami oleh para orang tua agar cermat memilih kendaraan jika berniat memberikan mobil sebagai sarana transportasi anak.
• Pilihlah mobil yang tidak memiliki horse power tinggi. Tenaga yang besar dari mobil dikhawatirkan akan berpotensi mencelakakan, jika sang anak tidak bisa mengontrol kecepatan dengan baik.
• Analisa dari HLDI, anak usia remaja berpotensi mengalami kecelakaan saat ia pertama kali berkendara. Disarankan oleh HLDI untuk memilih kendaraan berbadan besar. Semakin besar kendaraan maka semakin kecil pula kemungkinan celaka terjadi kepada pengemudi.
• Pilihlah mobil yang telah memiliki fitur Electronic Stability Control (ESC). Fitur ini akan membantu pengemudi mudah melakukan kontrol ketika terjadi selip, khususnya jika melewati jalan yang licin. ESC dapat meminimalisasi kemungkinan terjadinya celaka yang lebih parah.
• Mobil yang dipilih hendaknya telah melewati serangkaian test crash dan telah mengantongi setidaknya bintang 4 National Highway Traffic Administration (NHTA) atau New Car Assessment Program (NCAP).
Rujukan IIHS-HLDI ini bisa saja jadi pegangan dalam memilih mobil. Namun jika saja pemilihan mobil disesuaikan dengan kondisi keuangan, tentunya perlu melakukan pematangan mental serta sikap berkendara yang baik dan benar.