motorinanews (Italia) - GP San Marino di Sirkuit Misano di akan menjadi pertarungan antara Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo di sisa 6 seri, mengingat gap point dengan Mark Marquest (dengan Valentino Rossi) terpaut jauh 77 poin. Diperkirakan di seri GP Jepang juara akan dipastikan untuk pabrikan Yamaha.
Panjang sirkuit 4.226 meter 10 tikungan ke kanan dan 6 ke kiri dengan kondisi aspal yang baru, membuat bagian yang bumpy berkurang dan ini menguntungkan gaya balap JL. Bagi Valentino Rossi yang sering berlatih fisik di Misano dengan All new R1 nya, tentu lebih hapal pada perubahan terakhir di sirkuit.

Terlihat tim Yamaha Factory mempersiapkan M1 2015 dengan sangat baik dan kompetitif, serta dilengkapi dengan Winglet, meski menurut Lorenzo dan Rossi benefitnya kecil. Jorge sudah mencobanya dan Rossi bilang akan mencobanya di hari minggu (13/9).
Mark Marquest akan menjadi petarung di antara 2 pembalap Movie Star, dan tidak diragukan seorang Mark adalah pembalap tangguh yang sulit dikalahkan. Di Misano, di bagian yang menggunakan daya pengereman yang kuat menjadi keuntungan untuk dia. Zona overtaking ke 4 menjadi keunggulan MM93. Posisi MM93 akan menjadi rider pembeda point memperlebar atau mempersempit point juara dunia bagi VR dan JL.

Meski ketiganya menjadi yang diunggulkan, terlihat Jorge Lorenzo menjadi yang terkuat, karena sejak 2008 dia penguasa podium minimal urutan ke 2. Apalagi perbaikan aspal menjadikan grip ban lebih baik ini makin cocok dengan style balapnya.
Dukungan penonton yang luar biasa untuk VR di kandang akan menjadi motivasi lebih, dan di sini dia kuat apalagi dengan perbaikan aspal. Menjadi krusial adalah strategi pemilihan ban. Ini keuntungan Rossi karena hapal tiap jengkal Misano.
Kita lihat saja hasil FP 3 yang akan menjadi gambaran kondisi race , di sirkuit ini dari urutan berapapun VR start dia akan tetap kompetitif.

Tersisa 6 seri, gap poin 12 (antara VR dan JL) ini makin seru pertarungannya. Bagi Mark Marquest yang bertarung habis habisan untuk membuktikan menjadi juara seri terbanyak, karena peluang juara dunia yang semakin sulit dicapai.