motorinanews (Jakarta) – Seri 2 kejurnas supersport 600 & supersport 2015 telah usia akhir pekan lalu, Sabtu (8/8) dan Minggu (9/8). Baik di race 1 di hari Sabtu, maupun race 2 di hari Minggu, H.A. Yudhistira pebalap andalan Kawasaki KYT Manual Tech berhasil menyapu bersih podium utama.
motorinanews pun sempat berbincang – bincang dengan pebalap berusia 22 tahun itu. Berikut petikan wawancaranya...
motorinanews (m) : Bagaimana menurut Anda pertarungan di seri kedua kejurnas supersport 600 dan supersport tahun ini?
H.A. Yudhistira (HAY) : Khusus untuk race kedua di hari Minggu, pertarungan berjalan lebih ketat, karena saya mendapat persaingan yang ketat dari Andi Gilang (nama sapaan Andi Farid Izdihar). Selain ritme saya kurang bagus pada race 2, Andi Gilang juga diuntungkan dengan kondisi grip ban yang lebih baik karena pada race 1 dia terjatuh pada lap ke-2, sementara saya menyelesaikan balapan selama 12 lap.
Sebagaimana diketahui regulasi mengatur ban tidak boleh diganti sejak QTT hingga race kedua.
m : Bagaimana situasi persaingan sendiri dengan absennya M. Fadli Imanudin?
HAY : Absennya Fadli, buat saya sedih. Fadli itu senior, teman, sahabat, sekaligus rival terberat di sirkuit. Saya berharap, dia bisa cepat sembuh dan bisa kembali race bareng.
Adanya Fadli justru menguntungkan saya, karena jadi lebih konsentrasi menghadapi race, agar bisa mengalahkan dia. Dari segi setup motor, kami juga persiapkan lebih bagus. Demikian juga persiapan fisik dan fighting lebih bagus saat di kejurnas, sehingga saat menghadapi persaingan di tingkat Asia akan lebih bagus lagi.
m : Bagaimana dengan target pada kejurnas supersport 600 & supersport tahun 2015 ini?
HAY : Harapannya tentu bisa kembali double victory lagi dan bisa mengunci juara nasional lagi tahun ini. Rival terberat masih tetap sama, ada Andi Gilang, Sudarmono dan Gerry Salim. Lap ketiganya juga berkembang pada seri ini. Saya berharap pada seri berikutnya, kami semua bisa lebih improve lagi, sehingga peta persaingan jadi lebih seru lagi, karena lap time-nya jadi lebih rapat seperti yang terjadi pada race kedua di seri kedua.
m : Bagaimana dengan persaingan di kelas SuperSport 600cc di level ARCC (Asia Road Race Championship)?
HAY : Pada 3 seri yang tersisa di tahun ini, saya berharap bisa mendapatkan posisi podium di semua race. Sebenarnya target saya awalnya bisa juara di SuperSport 600cc, tapi saya sempat crash pada dua seri sebelumnya. Dengan duduk di posisi ke-6 klasemen sementara, saya berharap setidaknya pada akhir musim minimal bisa masuk 3 besar.
m : Apa kunci untuk mencapai target tersebut?
HAY : Persaingan di ARRC khususnya dengan top 3 rider (asal Jepang) lebih keras, karena semuanya bermain limit sampai finish. Untuk itu, setup motor harus benar-benar bagus, karena menjadi faktor yang bagus untuk bisa finish (dengan hasil optimal). Dengan setup dan grip yang bagus, saya berharap bisa menghasilkan lap time yang bagus, lap demi lap.
m : Setelah di ARRC 2015 ini, ada rencana untuk baik ke level balapan yang lebih tinggi kah?
HAY : Saya sangat ingin bisa terjun di kejuaraan dunia, etah itu di Moto2, MotoGP atau WSBK. Tapi realistisnya, saya ingin menang di Asia dulu, sehingga bisa membawa titel juara Asia itu sebagai modal menghadapi kejuaraan dunia.

Ok deh, Yudhis. Semoga tercapai seluruh cita-citanya di dunia balap...