motorinanews (Sentul) – Disatukannya pelaksanaan kejurnas Indoprix seri 1 dan IRS seri 2 di sirkuit Sentul, hari ini Sabtu (8/8) dan Minggu besok (9/8), mengundang beragam seruan dari beberapa pihak.
“Mungkin pihak penyelenggara ingin lebih berhemat, karena kalau diselenggarakan terpisah dari segi biaya pastinya jadi lebih besar,” kata salah satu staf sirkuit Sentul kepada mobilinanews, Sabtu (8/8).
Manager Motorsport Yamaha Indonesia, Supriyanto, juga turut mengemukakan pendapat. “Yang harus dipertimbangkan adalah jumlah pebalap. Dengan dibukanya banyak kelas, otomatis jumlah pebalap lebih banyak. Jangan sampai ada satu pebalap yang sampai turun lebih dari dua kelas. Menurut kami, idealnya satu rider maksimal turun di dua kelas. Jangan sampai turun sampai 3 bahkan 4 kelas,” kata Supriyanto.
Bahkan pebalap nasional sekelas Irwan Ardiansyah pun menyebut disatukannya dua event ini membuat beberapa pebalap senior jadi kurang fokus, karena harus turun di beberapa kelas. “Kalau bagi saya, urusan fisik sih tidak jadi masalah. Palingan butuh adaptasi handling sekitar 2 – 3 lap ketika pindah dari balap bebek ke motorsport, demikian pula sebaliknya,” kata Dian, sapaan akrab pebalap asal Yogyakarta ini.
Irwan Ardiansyah sendiri sedianya akan turun di 3 kelas, yaitu bebek 110cc dan 125cc, serta sport 250cc. “Yang satu tahu penyelenggaraan ini darurat dan diambil alih oleh IMI langsung, karena promotornya kena sanksi. Padahal kan mestinya lebih tertata dan dipersiapkan lebih matang, tidak mungkin mungkin promotor tidak dapat sponsor kalau tidak didukung IMI. IMI cukup memberikan himbauan ke seluruh APM motor untuk mendukung, rasanya pasti didukung,” imbuh Dian.
Penyelenggaran gabungan Indoprix dan IRS ini juga sangat disayangkan oleh Dian, karena salah satu pabrikan asal Jepang Honda hanya memutuskan turun di kelas 600cc, sehingga membuat pertarungan di kelas lainnya kurang seru.