motorinanews - Getaran pada sepatbor depan Yamaha Mio M3 saat stasioner agak mengganggu pandangan motorina saat menungganginya. Setelah diteliti, amat mudah
menghilangkan gejala menggigil karena vibrasi mesin itu. Kerjain bareng, yuk!
Sebelum mengobatinya, pahami dulu kenapa sepatbor depan Mio M3 sangat bergetar saat stasioner. Ini adalah efek niat desainer Yamaha yang ingin membuat moncong Mio M3
lebih lentur. Jadi, penutup roda itu ngga rawan patah jika menyundul benda keras. Sehingga 3 baut pemegang sepatbor berkumpul di segitiga bawah kemudinya. Padahal,
kebanyak motor tipe lain mengunci sepatbor dengan 4 baut di kiri-kanannya pada tabung sokbreker.
Karena desain itu ada niat baiknya, jangan sampai trik menghilangkan getaran di sepatbor malah membuatnya jadi kaku. Untuk itu, motorina mendapat solusi yang mudah dan
murah. Cukup diganjal dengan slang air.
Pemilihan slang air karena bahannya yang pastik cukup lentur. Kedua, bagian tengah slang yang pastinya lubang, bisa berguna sebagai jarak bebas jika sepatbor mendapat
tekanan. Intinya, penangkal cipratan air itu tetap elastis.
Okeh, kalau Brader anggap ini bisa diaplikasi, nyok kita kerjain. Cukup siapin slang air. Pilih slang yang agak kuat, yaitu yang ada serat talinya. Alatnya, cukup
pisau untuk memotong slang air tadi.
Setelah siap bahan dan alat, monggo diukur panjang celah antara bagian samping sepatbor dengan tabung sokbreker. Kira-kira panjang slang potongan 3cm. Tujuannya, saat
slang diselipkan, tidak ada bagian yang nongol, terlihat, karena jadi jelek dipandang.
Setelah dapat dua potongan sama panjang. Tinggal selipkan potongan slang tadi di celah antara sepabor dan tabung sokbreker. Caranya, gepengkan ujung slang, lalu dorong
dengan jempol Brader.
Sekarang tinggal diuji. Hasil pekerjaan motorina, penyakit gemetar pada sepatbor depan M3 langsung sirna. Dan, sepatbor masih cukup elastis. Ya, meski bagian depannya
ditekan hingga menyentuh ban, sepatbor tidak patah.
Monggo diterapkan dan semoga bermanfaat. ( text & foto : Aris)