motorinanews - Sesuai dengan judul diatas, sebagian pengendara motor kurang paham mengenai hal tersebut. Sejatinya penggunaan angin nitrogen pada ban tubeless memiliki banyak keuntungan salah satunya menjaga suhu dalam ban.
Nitrogen dan angin biasa pada dasarnya boleh dicampur, tapi keuntungan yang didapatkan dari nitrogen yang salah satu keunggulannya menjaga kestabilan suhu dalam ban menjadi hilang apabila dicampur dengan angin biasa.
Sifat nitrogen yaitu mampu menjaga kestabilan suhu dan tekanan ban sehingga tidak cepat panas dan memuai, sebaliknya angin biasa (Oksigen) memiliki sifat cepat panas sehingga mudah memuai yang sewaktu-waktu bisa menyebabkan ban pecah.
Menurut salah satu petugas isi nitrogen di salah satu SPBU mengatakan, jika ban yang telah diisi Nitrogen dan dicampur angin biasa gas nitrogennya yang kalah. "Malah campuran yang terjadi akan menciptakan reaksi pemuaian yang lebih cepat saat terkena panas, apalagi jika kendaraan dibawa dengan jarak tempuh yang jauh. Potensi ban pecah akan sangat tinggi dan tentunya sangat membahayakan si pengendara," terang Anjar saat ditemui oleh motorinanews.
Jadi kesimpulannya adalah dengan mencampur Nitrogen dan angin biasaya akan berdampak pada kondisi ban yang berpotensi meletus gara-gara terjadi pemuaian karena panas berlebih. Disarankan untuk Anda yang sudah menggunakan Nitrogen untuk terus menggunakan nitrogen, namun bukan berarti tidak boleh lagi menggunakan angin biasa, ada caranya yaitu mengisi tekanan ban yang sebelumnya sudah di isi Nitrogen, Nitrogen dikuras dahulu sampai ban benar-benar kosong setelah itu baru di isi angin biasanya. Dengan begitu potensi terjadinya pemuaian karena panas berlebih bisa dikurangi sehingga potensi ban pecah bisa dihindari.