Jangan Abaikan, Ini Teknik Pengereman Motor Yang Baik

Senin, 20/06/2016 15:28 WIB
redaksi


motorinanews – Dalam berkendara, pengereman itu sangat mutlak di lakukan. Tapi apakah anda tahu cara pengereman yang baik dan benar? Banyak orang yang berfikir sudah bisa dan mahir dalam berkendara tapi tidak tahu caranya, bahkan bisa mengakibatkan kecelakaan hanya gara–gara tidak tahu caranya (20/7).

Kali ini motorinanews akan berbagi tips pengereman yang baik dan benar, berikut ulasannya :

1. Dilihat tipe sepeda motor. Dalam pengereman untuk sepeda motor sport akan lebih kompleks, karena sesudah mengerem harus dibarengi dengan memindah gigi ke lebih rendah (engine brake). Ini juga mirip untuk sepeda motor bebek, namun karena bobot jenis cub motor bebek tidak seberat motor sport, engine brake dilakukan jika urgent.

2. Jangan terpaku pada anggapan bahwa kalau melakukan pengeraman harus pakai rem belakang dulu. Ada anggapan bahwa mengerem roda belakang lebih efektif. Anggapan ini tidak semua benar. Cera mengerem yang paling efektif adalah dengan mengerem pada roda depan dan belakang bersamaan.

3. Penekanan atau kekuatan rem, biker sendiri yang bisa menentukan. Hal ini dilihat dari kecepatan dan kondisi jalan. Misalnya di jalan basah, alangkah baiknya tidak terlalu ditekan jika mengerem. Itulah sebabnya, jika di jalanan basah atau licin, wajib mengurangi kecepatan agar jika sewaktu-waktu butuh mengerem, tidak ditekan keras karena laju sepeda motor terlalu kencang.

4. Penggunaan jari untuk menarik tuas rem sesuaikan dengan kekuatan yang dibutuhkan. Untuk pengereman maskimal, bisa menggunakan empat jari seperti gerakan meremas. Jaga keselamatan berada pada jalan licin dengan mengurangi kecepatan. Gunakan rem depan dan belakang, jangan salah satu.

5. Penggunaan rem belakang saja hanya disarankan untuk kondisi tertentu. Misalnya melewati turunan dengan kecepatan rendah. Rem belakang saja akan membuat sepeda motor tidak stabil alias ”ngesot”.

6. Menikung. Secara teori, rem hanya digunakan menjelang masuk tikungan untuk memperlambat laju. Begitu sudah masuk tikungan, justru lakukan akselerasi agar cengkeraman roda depan semakin baik. Banyak yang salah, saat berada di tikungan malah melakukan pengereman.

7. Secara umum perlu latihan menggunakan rem depan. Hal ini dibutuhkan untuk mengantisipasi jika melakukan pengereman mendadak. Jangan takut menggunakan rem depan, asal dilakukan dengan benar.

Dari penjelasan diatas terdapat poin-poin yang wajib diperhatikan dalam berkendara khususnya posisi tangan pada rem depan. Biasakan kedua tangan mengenggam penuh grip dan tidak menyisakan satu atau dua jari di tuas rem depan.

Jika laju motor diatas 80kpj jangan gunakan rem belakang. Gunakan rem depan. Tarik perlahan, baru keudian kasih tekanan dan kemudian tuntaskan dengan rem belakang jika motor ingin berhenti. Teknik ini berlaku untuk semua tipe motor, baik motor matik dan sport

Jika ada kondisi darurat maka kocok rem, hentakkan ruas jari di rem depan dan belakang secara bersamaan. Terakhir pesannya adalah awas, jangan melakukan pengereman terlalu dekat dengan objek. Melakukan pengereman dari jarak jauh akan lebih baik ketimbang sudah dekat, hal ini akan meminimalisir tubrukan depan jika rem kurang pakem.

Mengerem itu sulit. Lebih sulit dari kelihatannya, tanya saja pebalap manapun yang paling sulit ialah teknik mengerem dengan benar. Jadikan ini sebagai pedoman, tidak mudah memang membiasakan menarik jari dari tuas rem depan, tapi harus dicoba setiap hari. (text : Kholis)

Tag

Terpopuler

Terkini