Naik Motor Di Jakarta Seram & Banyak Tantangan

Selasa, 08/12/2015 05:20 WIB
redaksi


motorinanews (Jakarta) – Berkendara roda dua di Jakarta merupakan salah satu bentuk cermin tantangan.

“Saya belum punya pilihan lain, mas bro. Dari rumah di Bekasi menuju tempat kerja di Senayan paling enak naik motor. Akses Commuter Line gak lewat lintasan rumah menuju kantor. Alhasil tiap hari harus hadapi kemacetan akut. Kalau naik mobil mending enggak deh, naik motor saja sebenarnya serem,” kata seorang kawan jurnalis bidang otomotif.

Bayangkan saja dari data yang dilansir dari AKBP Warsinem, Analisis Kebijakan dari Ditlantas Polda Metro Jaya, Sabtu (5/12), jumlah sepeda motor yang beroperasi di wilayah Jakarta pada tahun 2014 mencapai 13.084.372 unit, meningkat lebih dari satu unit dibanding tahun 2013 yang berjumlah 12.014.041 unit.

“Naiknya tingkat kemacetan di Jakarta saat ini juga dipengaruhi beberapa hal, di antaranya pertumbuhan pusat kegiatan, pemukiman dan pembangunan jalan,” jelas AKBP Warsinem.

Di sisi lain, kapasitas muat jalan tidak dapat mengimbangi peningkatan jumlah kendaraan roda dua. Padahal jumlah pertumbuhan jalan hanya 0,01 persen per tahun.

Tantangan para biker pergi pulang dari kegiatan rutinitas pun bertambah setiap hari, seperti parkir mobil, parkiran kontainer dan aktivitas PKL di pinggir jalan. Kondisi ini makin parah dengan meningkatnya jumlah jalan rusak di Jakarta. Dari data Polda Metro Jaya, pada tahun 2014 ada 1.817 titik jalan rusak di Jakarta.

“Sayangnya di tengah kondisi tersebut, tingkat kedisiplinan berlalu lintas masih berjalan rendah. Bahkan tindakan tilang kendaraan karena melanggar peraturan belum memberikan efek jera,” imbuh AKBP Warsinem.

Pihak Polda Metro Jaya sendiri telah turut menggalakkan program kampanye Gerakan Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas. Kegiatan ini memberikan dampak yang cukup signifikan dalam menurunkan angka kecelakaan di wilayah Jakarta. Jika pada tahun 2013 ada 6.490 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia 676 orang, maka di tahun 2014 jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas turun menjadi 5.966 dan jumlah korban meninggal dunia turun menjadi 636 orang.

Jika melihat data dan fakta ini, tentu tidak ada salahnya jika masing-masing dari kita dapat menjadi bagian dari Gerakan Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas.

Always ride safely. (Sumber data: Ditlantas Polda Metro Jaya)

Tag

Terpopuler

Terkini