Atasi Udara Panas di Mobil, Perhatikan Komponen Ini

Selasa, 28/04/2026 18:30 WIB
Wilfrid Kolo


Penggantian filter udara AC sehingga udara dalam kabin lebih sjuk dan bersih
Penggantian filter udara AC sehingga udara dalam kabin lebih sjuk dan bersih

mobilinanews (Jakarta) - Memasuki musim kemarau, suhu udara di berbagai wilayah Indonesia meningkat dengan paparan panas lebih intens pada siang hari.

Kondisi tersebut membuat kabin mobil berpotensi lebih cepat panas, terutama saat kendaraan terparkir di area terbuka.

Berkaitan dengan itu, beban kerja sistem pendingin atau air conditioner (AC) pun meningkat guna menjaga kenyamanan selama perjalanan.

Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Hariadi mengatakan kinerja sistem pendingin optimal selalu berawal dari sirkulasi udara bersih. 

Dalam urusan ini, Filter AC memegang peranan penting untuk menyaring partikel debu dari luar sebelum udara masuk ke kisi-kisi evaporator AC.

“Agar AC berfungsi optimal, pengecekan lebih dini pada AC, utamanya filter yang sangat esensial. Langkah ini tidak hanya menjaga performa pendinginan secara teknis, tetapi juga memastikan sirkulasi udara tetap sehat bagi penumpang,” ujar Hariadi.  

Indikasi Gejala Filter Jenuh

Seiring meningkatnya polusi udara dan volume debu saat musim kemarau, pemilik kendaraan perlu melakukan pengecekan filter AC setiap interval 5.000 hingga 10.000 km, atau lebih cepat apabila kendaraan sering beroperasi di area proyek dan jalanan berdebu.

Gejala kejenuhan filter mulai terasa melalui hembusan angin AC yang melemah meski kipas berada pada posisi maksimal, munculnya aroma debu saat AC pertama kali menyala, serta kaca mobil yang mudah berembun saat hujan akibat sirkulasi udara kurang lancar.

Mengabaikan kondisi filter AC yang kotor dapat memicu efek domino yang merugikan pemobil di antaranya, kerusakan Evaporator.

Debu yang lolos akan menempel pada evaporator yang lembab dan berubah menjadi lumpur. Kondisi ini memicu korosi hingga kebocoran, dimana biaya perbaikannya jauh lebih tinggi dibandingkan harga penggantian filter.

Untuk itu, pengecekan filter AC bisa dilakukan secara mandiri melalui langkah sederhana.

Mayoritas mobil modern menempatkan filter AC di area belakang laci penumpang depan (glove box), sehingga akses terbuka tanpa alat bantu khusus. 

Hal paling penting, filter AC berbahan kertas atau serat non-woven tidak boleh dicuci dengan air karena berisiko merusak struktur serat penyaring.

Apabila kondisi filter AC sudah kotor, Suzuki menghimbau pelanggan untuk segera menggantinya dengan suku cadang resmi (Suzuki Genuine Parts).

Penggunaan komponen sesuai spesifikasi pabrikan sangat presisi guna menjamin kerapatan (fitment) sempurna, sehingga mencegah kebocoran udara kotor melalui celah pinggiran filter.

Tag

Terpopuler

Terkini