motorinanews (Jakarta) - Sebelum diberangkatkan ke Jepang dalam rangka ajang kompetisi safety riding internasional “The 17th Safety Japan Instructors Competition 2016”, ketiga instruktur binaan PT Astra Honda Motor (AHM) mulai menjalani persiapan intensif.
Tahun ini AHM mengirimkan tiga instrukturnya untuk berlomba di tiga kelas yakni 750cc yang akan diwakilkan oleh M Ady Sucipto, kelas 400cc diwakili oleh I Gusti Agung Budi Dharma dan kelas 125cc ada Dimas Satria Kelana Putra.
Ketiga instruktur tersebut adalah para peraih kejuaraan Astra Honda Safety Riding Instructors Competition (AHSRIC) 2016. Persiapan menghadapi kompetisi tersebut dilakukan mulai dari 1 Juli dan akan dilaksanakan sampai dengan 18 Oktober.
Latihan dilakukan dengan 4 tahapan, di area asal masing-masing instruktur yang kemudian dipusatkan untuk latihan bersama di Safety Riding Center Wahana Makmur Sejati, Tangerang. Setelah itu latihan lebih diintesifkan lagi dengan mengirimkan ketiga instruktur untuk langsung berlatih di Jepang.
Selama masa pelatihan, berbagai materi mengenai keselamatan berkendara kembali diperdalam untuk mengoptimalkan potensi para instruktur. Latihan praktik pun dilakukan rutin untuk meningkatkan dan menjaga konsistensi pencapaian waktu dalam sesi braking, plank riding dan slalom course. Tidak ketinggalan, latihan fisik pun dilakukan untuk tetap menjaga kebugaran.
Untuk meningkatkan kepercayaan diri dan penyesuaian skill para instruktur, AHM memfasilitasi program latihan tersebut salah satunya dengan penyediaan tipe sepeda motor yang akan diperlombakan yaitu GROM125, CB650F dan NC750.
GM Marketing Planning & Analysis Division AHM Agustinus Indraputra mengatakan keseriusan AHM dan instruktur safety riding binaannya dalam mempersiapkan diri menghadapi “The 17th Safety Japan Instructors’ Competition 2016” di Jepang merupakan komitmen Honda dalam menciptakan dan menjamin skill berkendara instruktur Honda agar lebih maksimal dalam memberikan edukasi ke konsumen.
“Tahun ini adalah kali ke-12 keikutsertaan AHM dalam ajang uji kompetensi instruktur safety riding tingkat internasional tersebut. Konsistensi ini kami lakukan karena kami sadar pentingnya memiliki duta keselamatan yang punya kemampuan terbaik dalam menyebarkan virus safety riding di tengah masyarakat,” ujar Indraputra.
Sebagai informasi, “The 17th Safety Japan Instructors Competition 2016” di Jepang merupakan uji kompetensi instruktur safety riding yang diikuti oleh berbagai Negara seperti Indonesia, Thailand, Vietnam, India, Malaysia, Singapore, Taiwan, Turkey, dan Australia. (Zhein)