Efek Mengganti Roda Atau Ban Berdiameter Lebih Besar

Jum'at, 07/10/2016 21:44 WIB
redaksi


Skuter matic paling banyak mengganti roda dengan yang diameternya lebih besar, pahami efeknya biar nggak celaka
Skuter matic paling banyak mengganti roda dengan yang diameternya lebih besar, pahami efeknya biar nggak celaka

motorinanews (Jakarta) – Pabrikan motor menentukan ukuran roda yang akan dipakai kuda besi produksinya dengan semua perhitungan. Sehingga, pabrikan ban pun mendesain profil karet hitam sesuai spek yang diberi pabrikan motor. Makanya, Jimmy Handoyo, yang menjabat kepala departemen technical service & development, PT. Suryaraya Rubberindo Industries (SRI), menyebut beberapa efek yang kudu ditanggung jika Bro en Sist ingin mengganti ukuran roda si kuda besi.

Bicara modifikasi kuda besi, apalagi menyangkut gaya, memang hak si empunya motor. Nggak ada yang bisa melarang Tapi, kagak ada salahnya juga tau semua dampak, baik dan buruknya.

Nah, ganti roda berdiameter lingkaran lebih besar memang bikin tampilan motor lebih ciamik. Secara logika, pemakaian roda berdiameter lebih besar dari standarnya membuat bagian kolong motor jadi lebih terisi. Logika lain yang berjalan, dengan ukuran roda lebih besar, terasa lebih aman. Stabil, terutama jika tidak sengaja melindas jalan berlubang atau beda tinggi.

Namun, secara teknis, Jimmy menjelaskan efek negatifnya juga ada. Jika yang diganti ukurannya roda belakang, efek langsungnya, akselerasinya berkurang. “Tenaga motor sih, tetap. Tetapi, akslerasinya turun karena butuh torsi lebih besar untuk memutar roda yang lebih besar. Ini sesuai hukum ilmu fisika soal lengan beban dan lengan usaha,” jelasnya.

Selain beban angkat jadi lebih berat, komponen lain juga dapat beban tambahan. Yaitu, pemindah dayanya, baik rantai, atau belt pada motor bertransmisi matik. “Di beberapa motor akan membuat rantai atau belt lebih mudah kendor,” imbuh Jimmy.

Tapi, jika penggantian roda ke yang berdiameter lebih besar juga diikuti peningkatan tenaga mesin, maka nilai positifnya terasa peningkatan top-speednya. Karena, dengan diameter lebih besar, berarti satu putaran roda lebih jauh melangkah. Kan, lingkar roda juga lebih besar.

Sementara penggantian roda depan dengan diameter lebih besar memberi efek pada pengendalian. “Benar, jadi lebih aman, jika melintasi jalan bergelombang, beda tinggi. Tapi, pengendaliannya jadi mirip motor bergenre touring. Dan, kenyamanan berkurang karena ground clearance lebih tinggi, dan mengubah center of gravity motor,” jelas Jimmy lagi.

Tapi, sekali lagi, itu hanya pandangan teknis. Urusan gaya mah tetap soal selera. Dan, motor aing, kumaha aing. (Aries Susanto)

Tag

Terpopuler

Terkini