mobilinanews (Spanyol) – Mulai sekarang semua yang mengkritik Jorge Lorenzo disuruh tutup mulut masing-masing. Begitulah seruannya saat tampil di podium GP Spanyol, dimana ia beraksi Lorenzo seolah dialah juara.
“Jangan pernah ragukan kemampuan saya, mentalitas saya. Mereka yang mengkritik sebaiknya cabut kata-katanya dari mulut masing-masing karena mereka terlalu cepat berkomentar,” JL dengan nada gagah.
Terkesan sombong, tapi wajarlah ia bereforia semacam itu setelah mendapuk podium perdana bersama Ducati meskipun hanya urutan 3 dengan selisih waktu 15 detik dari Dani Pedrosa yang juara.Terlebih lagi di tengah kritik bertubi yang diterima sejak pindah ke Ducati.
“Podium ini lebih dari sekadar juara. Ini lebih bernilai dari seluruh kemenangan saya selama ini sekaligus hadiah ulang tahun yang sangat spesial,” imbuh juara dunia 3 kali itu yang genap 30 tahun pada 4 Mei lalu.
Belum puas mengkritik para pengkritiknya, JL menambahkan kalau semua pembalap yang tarung di kejuaraan dunia tentulah punya talenta dan potensi masing-masing di baris depan.
“Apalagi pebalap yang sudah terbukti sering menang dan punya beberapa gelar,” ujarnya mencontohkan diri sendiri.
Selama gabung di Ducati, JL memang lebih banyak dapat kritik daripada pujian. Terakhir dan terbilang telak datang dari Loris Capirossi yang menilainya kurang liar di atas Ducati. JL sebut banyak faktor dan kombinasi terkait yang menentukan kecepatan pebalap.
Begitulah JL yang tengah girang. Saking girangnya, mungkin jadi lupa kalau podiumnya juga tertolong oleh masalah besar yang menghadang Valentino Rossi dan Maverick Vinales di Jerez.
Mungkin ya? (andro)