mobilinanews (Belanda) – Rookie MotoGPJohann Zarco sangat cepat mendapat publisitas.Selain performa apik di tim Monster Yamaha Tech3, popularitas ‘gratis’ diperoleh dari konfliknya dengan sang mega bintang, Valentino Rossi.
Setelah serempetan di GP Austin yang bikin Rossi dipenalti panitia, gaya balap Zarco kembali disorot lantaran nyaris menggagalkan Rossi juara di Assen lalu. Start dari pole, Zarco memimpin balapan hingga lap 11.
Lap berikutnya bisa disalip The Doctor dengan bersih. Zarco bereaksi dengan mengejar seniornya di Yamaha itu dengan agresif. Saking ganasnya, motor Zarco sampai membentur motor Rossi. Beda dengan kasus Austin,kali ini Zarco yang jadi korban karena keluar dari racing line dan langsung disalip pembalap di belakangnya.
“Sepertinya ia tak paham cara menyalip dengan bersih. Seperti di Austin, ia mencoba sesuatu yang tak mungkin,” ketus Rossi.
Ia bilang saat menyalip lawan seharusnya juga diperhitungkan apakah bisa berakibat menjatuhkan orang lain.
“Saya mulai berpikir bahwa ia anak baik, hanya saja tak mengerti beda ukuran satu motor dengan lainnya,” sindir Rossi yang di Austin menuduh Zarco bermain seperti gaya Moto2.
Seperti di Austin juga, Zarco tak sungkan membantah omongan legenda hidup MotoGP itu.
“Beginilah sebuah permainan. Saya ingin tetap memimpin. Laju motornya sedikit melebar dan celah itu yang ingin saya manfaatkan,” tutur Zarco sang jurdun Moto2 2015 dan 2016.
Ditunggu edisi III Rossi-Zarco, entah kapan lagi datangnya! (andro)