motorinanews (Spielberg) –Hattrick! Itu yang diinginkan Marc Marquez di GP Austria, 11-13 Agustus, setelah menang beruntun di GP Jerman dan Rep. Ceko.
Dari aspek teknikal, sirkuit Red Bull Ring yang menguras power motor bukanlah trek favorit Marquez yang lebih suka trek bekarakter stop and go. Hanya 10 tikungan yang mayoritas bisa dilibas dengan speed tinggi plus 4 trek lurus, bukan pula santapan RC213V.
Tapi, regulasi ECU (Electronic Control Unit) standar dan seragam plus tipikal ban Michelin yang khas membuat semuanya bisa terbalik. Sangat bergantung pada kemampuan dan ketepatan setup motor dengan situasi aktual. Dan, itu semua berawal dari utak-atik perangkat elektroniknya.
“Red Bull Ring bukan tipikal trek yang saya sukai, tahun lalu sangat menyulitkan (finish ke-6). Tapi, musim ini saya pikir bisa berbeda. Brno juga bukan favorit, tapi faktanya kami kuat dan itu jadi keyakinan tersendiri menuju Austria,” kata Marquez yang dalam tes sehari Brno fokus pada perangkat elektroniknya untuk songsong GP Austria.
Terpuruk di awal musim dan sempat tertinggal 37 poin dari Maverick Vinales (Yamaha), performa Marquez belakangan memang nanjak dan saat ini balik unggul 14 angka di klasemen. Karena itu distribusi poin di Austria menurutnya sangat krusial dalam perjalanan berebut gelar tahun ini.
Menarik karena lawan tangguh yang menanti adalah Andrea Dovizioso, penghuni 3 Besar klasemen dengan selisih 21 angka dari Marquez. Ia tak bisa diabaikan karena Ducati tahun lalu finish1-2 di Austria.
“Race akan sangat menarik dan menantang. Tapi, hasil Brno membuat saya punya feeling positif ke Austria. Fokus, hindari kesalahan sekecil apapun dan pulangdengan poinmaksimal,” ucap Marquez yang sudah siapkan beberapa alternatif set up motor guna diuji pada sesi latihan Jumat (11/8). (Andro)