MotoGP 2026 San Marino: Speed Imbang, Marc Marquez vs Marco Bezzecchi Kudu Adu Taktik Sepanjang 27 Laps

Sabtu, 12/09/2026 22:38 WIB | Rulin purba
Marc Marquez (Spanyol/Ducati),  berpeluang jadimpemimpin klaeen baru MotoGP 2026.. (Foto: ducati)
Marc Marquez (Spanyol/Ducati), berpeluang jadimpemimpin klaeen baru MotoGP 2026.. (Foto: ducati)

monilinanews (San Marino) - Bukan Jorge Martin sang pemimpin klasemen. Tapi, Marc Marquez dan Marco Bezzecchi yang paling menyedot perhatian pada main race GP San Marino di Sirkuit Misano pada Minggu (13/9).

Meski memenangi sesi sprint race pada Sabtu (12/9) sekaligus rekor Marquez sebagai pemenang sprint race terbanyak dengan total 21 kaki juara, sang juara dunia bertahan tetap menilai Bezzecchi sebagai calon lawan paling berat pada raceday Minggu besok.

Status Bezzecchi sebagai pole sitter menggambarkan kecepatan RS-GP miliknya. Bahwa Marquez menjadi pemenang tak lain karena taktiknya memilih racing line yang jitu selepas start dan taktik itu pula yang mungkin ia ulangi dalam main race.

Menjadi pembalap terdepan sejak tikungan pertama, Marquez mendapat udara bersih di depan dan meraih keuntungan untuk membuka gap sehingga Bezzecchi hanya bisa mengintip di belakangnya dan finiah dengan marjin hanya 1 detik.

"Saya yakin Marco jadi rival terberat. Ia sangat cepat," kata Marquez.

Ia menjabarkan kalau di ia dan Bezzecchi sama-sama punya kelebihan dan kekurangan di Misano. MM93 unggul pada tikungan  berkarakter stop and go sedangkan Bezzecchi di lintasan lurus dan tikungan cepat.

Artinya, siapa yang jadi pemenang untuk meraih 25 poin besok tergantung pada kedua pembalap untuk memaksimalkan kelebihan masing-masing dan meminimalkan kelemahannya. Untuk itu strategi ban sangat krusial sejak start dan manajemennya sepanjang 27 laps.

Marquez paham betul soal itu dan tak ada yang membuatnya risau dengan keandalan Desmosedici GP26-nya selain pilihan atau kombinasi ban paling tepat untuk menjelajah sepanjang 27 laps.

Pastinya hal sama berlaku buat Bezzecchi yang sepanjang sprint race berdurasi 13 laps dengan leluasa mengintip cara Marquez melibas tikungan-tikungan pendek, baik yang mengarah kiri maupun kanan.

Selain potensi duel MM93 dan MB72 berebut poin penuh, rivalitas mereka untuk merapat ke Martin di pucuk pimpinan klasemen juga menarik karena Martin akan tetap melakoni start dari posisi start 5. Ia memenangkan finish podium P3 pada sprint race, namun untuk.balap panjang besok sepertinya tak mudah bagi Martin untuk.meredam serangan dua pembalap pengguna Ducati, yakni Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati) dan Alex Marquez (Gresini) yang sama-sama menggeber spek GP26 yang sama dengan milik MM93.

Saat ini Marquez hanya terpaut 14 poin dengan Martin di puncak klasemen. Artinya, jika Martin finish dimluar 5 Besar dan MM93 meraih gelar juara .maka saat itulah Marquez akan menjadi pemimpin baru klasemen sementara.

Beda dengan Bezzecchi yang berada di P3 klasemen dengan selisih 22 poin dengan Martin dan 8 angka dari Marquez. Karena itu menjadi pemenang adalah target yang harus dipetik Bezzecchi agar semakin kuat posisinya sebagai pemburu gelar tahun ini, dan di Misano ia punya kecepatan sebagai modal utama. Sela jutnya adalah soal strategi.

"Yang paling penting adalah Anda punya kecepatan. Jika.punya kecepatan maka hal.lain lebih mudah dilakukan. Marco punya kecepatan itu," tandas Marquez.

Dan, Marquez, seperti saat sprint race, melihat kecepatan rival bukan sekadar ancaman yang menakutkan tetapi sebagai tantangan. Tantangan yang ditopang oleh taktik berlomba yang mumpuni, sejak garis start hingga laps ke-27. (r)