mobilinanews (Kuala Lumpur): Seperti ditulis mobilinanews beberapa bulan lalu, GP Malaysia tahun ini adalah edisi terakhir F1 di Sirkuit Sepang. Panitia rugi melulu dan fokus pada MotoGP yang lebih menguntungkan.
Beragam reaksi muncul di kalangan pebalap. Ada yang tak peduli, ada pula yang menyayangkan karena trek Sepang punya karakter tersendiri dibandingkan sirkuit lain.
Panas terik khas negeri tropis, salah satu yang tidak mereka temukan di Eropa. Itu tantangan berat buat mobil dan pebalap.
Saat balapan, suhu udara rata-rata di atas 30 derajat celcius. Di dalam kokpit bisa mencapai 50 derajat celcius. Itu bisa menghabiskan sekitar 3 liter cairan tubuh sepanjang balapan berdurasi hampir dua jam.
"Balapan di Sepang seperti berada di Sauna. Harus banyak minum agar tak dehidrasi, apalagi berbagai perangkat elektronik di dalam kokpit pun ikut bikin panas," sebut driver Mercedes Valtteri Bottas.
Hal sama diapungkan rekan setimnya, Lewis Hamilton, yang menyebut Sepang salah satu trek menantang di dunia karena kombinasi tikungan dan trek-trek lurusnya.
"Sulit cari penggantinya. Saya akan merindukan balap di sini lagi," ujar Hamilton yang sejak 2007 baru sekali juara di Sepang.
Perasaan sama pada pesaingnya, Sebastian Vettel (Ferrari).
"Bukan hanya tipikal treknya yang menantang, tapi juga cuacanya yang panas dan juga sering hujan lebat. Itu yang bikin balap di sini selalu seru. Sayang, tahun depan tak ada lagi F1 di sini. Tapi, saya harap suatu saat akan kembali. Mungkin setelah istirahat 1 atau 2 tahun," kata Vettel.
Beda dengan punggawa Ferrari satunya, Kimi Raikkonen.
"Nggak tahu merasa kehilangan atau tidak, ingin balik lagi atau tidak? Sirkuitnya bagus, tapi yang bisa dilihat hanya airport dan hotel di sekitarnya. Silakan pilih mungkin itu yang akan Anda rindukan," kata Raikkonen penuh arti.
Maksudnya, barangkali, yang ke Sepang sembari bulan madu maka hotelnya jelas lebih berkesan ketimbang F1-nya. (andro)