mobilinanews.com (Jakarta) – Dari sebuah sumber yang dekat dengan PP IMI menyebut, kesalahan utama karena pada seri pertama IRS pada Maret lalu, pihak penyelenggara dalam hal ini Indospeed Management di bawah Bambang Gunardi tidak mengajukan rekom kejurnas event ke PP IMI. “Justru itu terlalu baiknya PP IMI. Tidak mengajukan rekom, tapi event tetap bisa dilangsungkan,” ujar sumber itu.
Alasannya, demi kebaikan bersama, karena seluruh pebalap dan tim dari seluruh daerah sudah datang ke Sentul. Namun menghadapi seri kedua 25-26 April lalu juga tidak ada good will dari promotor. “Mestinya, penyelenggara ada korespondensi ke PP IMI soal status event IRS. Termasuk kalau harus mengubahnya menjadi club event,” lanjut sumber itu.
Sampai akhirnya turun SK No 219/IMI/OLRG/D/IV/2015 tertanggal 14 April 2015 yang menyatakan karena pelanggaran pada IRS seri 14-15 Maret 2015, maka event IRS bukan lagi kejurnas. Melainkan hanya club event dengan peserta terbatas yakni klub dari satu kota dan kabupaten.
Pelanggarannya ya karena tidak mengajukan rekom kejurnas ke PP IMI dengan kewajiban membayar biaya rekom sebesar Rp 50 juta per event. “Tidak hanya itu, promotor di bawah Pak BG itu juga masih menunggak hutang Rp 100 juta dari event IRS tahun lalu. Kurang baik apa PP IMI, tahun lalu tetap membolehkan seri IRS bergulir dan dengan label kejurnas. Tapi Pak BG-nya makin tidak tahu diri,” sebut sumber itu (baca juga : Menolak Yang Berbau BG Di Balap Motor).
Ini perlu disampaikan agar tidak terjadi fitnah dan kebohongan. Juga agar tahu duduk persoalan sebenarnya ; kenapa akhirnya seri IRS dihentikan. Tidak hanya menduga-duga dan semata menyalahkan PP IMI.
Sementara itu Dani Sarwono selaku Race of Director balap di Sentul menyebut masalah ini harus diurai satu persatu. “Yang pertama sebaiknya penyelenggara, dalam hal ini Pak BG, menyelesaikan dulu kewajiban kepada PP IMI. Setelah itu, mari kita duduk bersama antara promotor, pengprov, Sentul dan PP IMI,” ujar Dani kepada mobilinanews.
Menurut Dani, susah rasanya IRS bisa berlangsung tanpa penyelesaian kewajiban BG ke PP IMI. Sebab Sentul juga tidak mau ada kesalahan. Kalau alasan tidak ada uang, bukankah Nanan Soekarna selaku ketum PP IMI telah menyampaikan agar membuat surat kepadanya agar dibebaskan biaya rekom event.
“Saya yakin, persoalan bisa diselesaikan. Caranya, mari bersilaturahmi ke PP IMI. Lalu minta jalan keluar terbaik seri balapan IRS kembali bisa dilangsungkan. Karena suka tidak suka, PP IMI merupakan induk olahraga bermotor di Indonesia,” tutur mantan komisi balap roda empat PP IMI itu.
Lalu, Dani menggambarkan bahwa PP IMI itu tak ubahnya KPK, Sentul itu Polri dan Pengprov IMI itu Kejagung. Mereka pasti merasa paling benar. Maka itu, dengan silaturahmi diantara mereka ditambah penyelenggara balap dan perwakilan pebalap, niscaya akan ada jalan keluar. Harus dalam suasana adem, tidak boleh pakai emosi.
Ayo, jangan buang waktu lagi.