mobilinanews.com (Jakarta) – Prasetyo Edi Marsudi, ketua DPRD DKI Jakarta, siap menjadi Ketua Umum PP IMI periode 2015-2019, menggantikan posisi Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna.
“Saya siap menjadi orang nomor satu di PP IMI. Saya sangat paham IMI karena saya lama berkecimpung di organisasi bermotor itu,” ujar Pras –sapaan karibnya—kepada mobilinanews. Pras inilah salah satu dari 3 kandidat muda ketum IMI. Sebelumnya, telah disebut nama Sadikin Aksa dan Dandy Rukmana.
Pras yang ditemui pada kejurnas GT Radial Indonesia Night City Slalom di BSD City, Sabtu (2/5) malam memang menjadi salah satu figur yang tepat untuk memimpin IMI. Munas PP IMI untuk memilih ketum baru rencananya akan dilangsungkan di Jakarta, November 2015.
Penggemar speed offroad ini adalah salah satu tokoh yang ikut mengantarkan Juliari Batubara menjadi ketum PP IMI periode 1 di Balikpapan (2003) dan periode kedua 2007 di Semarang.
Saat ini, Pras masih aktif mengikuti kejurnas speed offroad dengan bendera Banteng motorsport.
“Ketua IMI itu tidak perlu pintar. Yang penting, bisa memberdayakan pengurus di bawahnya. Demikian pula cari pengurus ya tidak susah-susah amat. Misalnya, untuk bidang olahraga, cari saja mantan pebalap di cabangnya. Tentu cari yang bisa kerja dan membuat inovasi. Simple kok,” tutur pria yang karib disapa Pras 86 ini.
Bagaimana dengan soal pendanaan buat IMI?
“Kita berdayakan pabrikan mobil dan motor yang terlibat di motorsport. Kita dekati baik-baik. Bikin win-win, pasti mereka nggak keberatan. IMI dan pabrikan saling membutuhkan kok. Lalu, kita sinergikan dengan membuat event yang bagus. Dan masih banyak lagi gagasan yang nanti akan saya sampaikan saat visi-misi,” urai pria energik ini.
Bahkan pria yang dikenal merakyat ini, meski belum jadi ketum IMI telah membuat rencana besar. Yakni membangun sirkuit baru yang lokasinya di Cengkareng. “Mudah-mudahan, segera bisa terwujud. Nantinya bekerja sama dengan Pengprov IMI DKI,” sebutnya.
Di bawah Pras, semuanya menjadi lebih mudah. Dengan posisinya sebagai ketua DPRD DKI Jakarta, hubungannya dekat dengan eksekutif. Termasuk dengan Gubernur Ahok. “Soal sirkuit di Cengkareng, saya sudah diskusikan dnegan Pak Ahok. Dan beliau setuju, guna menampung kegiatan dan pembinaan generasi muda. Tinggal meyakinkan teman-teman anggota dewan,” kata Pras.
Ayo, siapa yang setuju dengan konsep Pras?