Faryd Sungkar : BG Tidak Stroke Dan Koit Aja Udah Untung

Selasa, 12/05/2015 08:08 WIB |
Faryd Sungkar, ikut merasakan sakitnya BG diperlakukan tidak adil oleh PP IMI
Faryd Sungkar, ikut merasakan sakitnya BG diperlakukan tidak adil oleh PP IMI

mobilinanews.com (Jakarta) - Soal pembatalan seri IRS yang berakibat gelaran balap  motorsport yang telah 5 tahun itu tamat riwayatnya, masih meninggalkan cerita duka.

Seperti yang disampaikan Faryd Sungkar, promotor balap motor kawakan dari FR Action Event yang juga karib Bambang Gunardi selaku kreator balap IRS di sirkuit Sentul Internasional itu.

"BG (sapaan karib Bambang Gunardi) tidak stroke dan koit saja sudah untung, ketika mendengar eventnya dibatalkan sepihak oleh PP IMI. Itu tindakan sewenang-wenang," tutur Faryd kepada mobilinanews di Sentul, Minggu (10/5).

bg

Yang Faryd tidak habis pikir, kenapa PP IMI membatalkan sepihak seri kedua IRS. "Lah ini promotor sudah beberapa kali mengajukan surat ke PP IMI.  Mengajukan rekom untuk event kejurnas sekaligus meminta keringanan biaya rekom, tetapi sama sekali tidak  direspon,” ungkap adik kandung Helmy Sungkar itu.

Tak berapa lama, menjelang pelaksanaan seri kedua IRS media April lalu, tahu-tahu datang SK pelarangan event IRS. Dengan dalih seri pertama penyelenggara IRS melakukan pelanggaran. Kalau melakukan pelanggaran, kenapa event tetap bisa jalan saat itu?

“Mestinya IMI kan melindungi dan mengayomi promotor. Ini sebaliknya," keluh Faryd.

Anggota komisi motocross FIM itu menyebut seolah BG itu seperti penyakit dan musuh yang harus dibasmi. Maka event gelarannya pun mesti dihambat dan dibreidel jika perlu.

Di sisi lain, mantan kabid olahraga PP IMI secara fisik sudah sakit-sakitan dan berusia uzur. BG kini berusia 72 tahun.

"Pak BG itu sudah sakit-sakitan. Coba lihat badannya sudah sangat kurus, ngobrol juga suaranya sudah berat. Dia itu semangat hidupnya tumbuh kalau bisa menggelar event balap dengan baik. Itu semangat hidupnya,” ungkap Faryd seolah menterjemahkan isi hati sohibnya itu.

Bahkan pernah pas tugas sebagai pengawas perlombaan balap di Malaysia, sakit BG kambuh dan harus dilarikan ke rumah sakit. Hampir sebulan BG di Malaysia ketika penyakit ginjalnya kambuh. “Apa orang-orang di PP IMI tidak memikirkan sampai di situ? Ini masalah kemanusian.”

Mestinya, PP IMI memperlakukan BG yang telah banyak berjasa bagi kemajuan otomotif dan mengangkat nama Indonesia di bidang balap internasional. Karena BG hampir seluruh hidupnya berkecimpung di dunia balap  dan 20 tahun sebagai komisi balap motor dunia FIM. Prestasi yang mungkin orang Indonesia lain tidak ada yang bisa menyamainya.

Kini dengan IRS yang jadi mimpi BG jembatan pebalap Indonesia ke jenjang MotoGP dimatikan, masih adakah semangat itu?
Jawabannya ada pada tokoh-tokoh muda yang menggawangi balap dari pabrikan seperti M Abidin (Yamaha), Anggono Iriawan (Honda), Yohan Yahya (Suzuki) serta dari teman Kawasaki.

Ayo bergandeng tangan memajukan balap Indonesia.