mobilinanews (Jakarta) – Di pasaran, tidak banyak alat yang mampu memurnikan sistem kelistrikan mobil. Padahal kelistrikan mobil terutama untuk mobil-mobil modern yang sudah menggunakan ECU dan sensor di mana-mana, sangat membutuhkan supply setrum yang murni dan juga stabil.
“Pada prinsipnya VCS memurnikan kelistrikan dalam mobil dan membersihkannya. Ujung-ujungnya, supply listrik jadi satbil dan bagus yang akan berimbas pada banyak hal seperti aki yang lebih berumur panjang dan lebih irit bahan bakar. Informasi tentang VCS juga bisa didapatkan dari akun instagram #caraudio.indonesia,” terang Willy dari VCS Indonesia.
VSC diklaim mampu mempunyai fungsi yang beragam seperti membuat tarikan mobil menjadi lebih enteng, stater awal yang jauh lebih ringan, meningkatkan torsi mobil, menyempurnakan dan memurnikan sistem kelistrikan mobil, menyempurnakan suara car audio, memperpanjang umur aki serta mampu mengirit penggunaan bahan bakar.
Logikanya, semua system pada mobil baik itu sistem utama yang masuk ECU atau sensor-sensor mesin dan fungsi lain seperti oksigen sensor, throttle sensor, cam sensor, crank sensor, ignition sensor dan sensor-sensor lain yang kerap ditemui pada mobil-mobil Jepang, Korea ataupun Eropa pasti membutuhkan listrik.
Nah, alat-alat tadi akan bekerja pada titik optimal jika kebutuhan dasarnya yaitu supply listrik terpenuhi. Kendalnya adalah, biasanya mobil-mobil standar pabrikan mempunyai kemampuan supply listrik yang berbeda-beda. Ini dikarenakan faktor “human” pada proses perakitan. Ini masih ditambah dengan kemampuan part-part pendukung yang lain seperti aki, dynamo ampere serta sistem grounding yang buruk tentu saja.
VCS menawarkan pemurnian serta pembersihan arus listrik dari hal-hal yang dirasa tidak perlu. Pemilihan kapasitor military grade serta circuit “rahasia” yang mampu membersihkan polutan-polutan listrik tadi membuat VCS berbeda dari sekedar alat stabilizer listrik.
Analoginya adalah listrik di rumah tangga. Sudah menjadi rahasia umum ketika PLN tidak mampu men-supply voltase lsitrik sesuai kebutuhan dan standar yang sudah ditentukan. Kita tahu bahwa listrik perumahan mempunyai voltase 220V. Namun ketika kita ukur, banyak sekali yang tidak mencapai angka itu, ada yang hanya 200 volt bahkan lebih buruk lagi yaitu sekitar 180-190 volt.
Padahal banyak sekali alat-alat elektronik rumah tangga mempunyai spesifikasi 220-240 volt. Ini menyebabkan alat-alat ini lebih cepat rusak dan tidak bekerja optimal, seperti AC yang kurang dingin, Kulkas yang kurang beku, TV yang kurang terang atau pompa air yang kurang bertenaga.
Solusinya untuk rumah tangga adalah penggunaan stabilizer (berupa trafo) yang kapastisnya tergantung seberapa besar daya yang dibutuhkan. Demikan juga dengan mobil. Dengan menggunakan VCS, kebutuhan akan kualitas sistem kelistrikan mobil akan terselesaikan.