MotoGP 2020: Balik ke Yamaha, Lorenzo `Bohongi` Honda

Minggu, 16/02/2020 08:54 WIB | Rulin purba
Jorge Lorenzo saat bersama Repsol Honda sepanjang musim 2019. (Foto: hondaracingcorporation)
Jorge Lorenzo saat bersama Repsol Honda sepanjang musim 2019. (Foto: hondaracingcorporation)

mobilinanews (Spanyol) - Ini cerita di balik berita kembalinya Jorge Lorenzo ke Yamaha menjadi tester. Cerita terkuak justru karena Lorenzo bilang sangat berterima kasih lantaran Honda tidak menggugatnya berada di pabrikan berbeda.

Seperti diketahui, Lorenzo sesungguhnya terikat dengan Honda hingga akhir 2020. Ia mengundurkan diri di akhir 2019, di tengah masa kontrak masih berlaku. Sampai di situ tak ada masalah meski sudah beredar isu ia akan menjadi tester Yamaha. Saat isu ini menjadi fakta, baru timbul omongan.

Team Principal Repsol Honda Alberto Puig menuturkan, pihaknya menerima keputusan mundur di tengah jalan tak lain karena menghormati Lorenzo sebagai rider mereka.

"Sederhana saja, kami punya dua tahun kontrak dan bukan kami yang merusaknya. Ia datang dan bilang ingin berhenti karena terus dirundung cidera dan tak ingin menjadi lebih parah. Ia tak lagi termotivasi dan tidak merasa nyaman di atas motor, " kata Puig seperti dikutip motorsport.

"Hal-hal semacam itu yang ia katakan kepada kami. Dalam situasi itu tak ada yang bisa kami katakan kecuali oke."

"Honda sebagai perusahaan tak pernah menuntut pembalap mengendarai motornya jika ia tak menginginkannya. Ini yang kami pahami saat ia memutuskan pensiuni," imbuh mantan pembalap era GP500 ini.

Dari uraian Puig jelas tertangkap tak ada rencana gabung dengan Yamaha yang notabene rival abadi Honda di dalam maupun di luar sirkuit. Puig sendiri tak menyebut mereka dibohongi, namun kesan itulah yang bisa tertangkap.

Juga tak diungkap bagaimana sebenarnya klausul mereka saaat kontrak putus di tengah jalan. Adakah larangan gabung dengan pabrikan lain atau tidak? Puig hanya menyebut alasan mundur yang disebutkan Lorenzo.

"Bahwa kemudian ia melanjutkan karirnya, apapun alasannya, kami memandangnya sebagai hak setiap orang untuk menentukan jalan hidupnya. Kami menghargai itu. Jika beberapa bulan kemudian ia berubah lagi dan punya kesempatan itu (kembali balapan lewat jalur wild card), kami pun senang saja."

Lorenzo sendiri mengaku sangat berterima kasih dan sepenuhnya respek karena Honda sama sekali tak menghambatnya gabung dengan Yamaha. Tak lupa ia memuji Puig yang pintar dan bijaksana saat setahun bersama.

"Dalam kasus ini saya sangat berterimakasih kepada mereka (Honda) karena tidak menggunakan klausul apapun yang bisa menghambat peran baru di pabrikan berbeda. Mereka bisa lakukan itu, tapi tidak dilakukan, dan karena hal ini saya bisa ambil peran seperti saat ini," komentar Lorenzo dengan bahasa seperti mengamini ucapan Puig sebelumnya.

Direktur Pelaksana Yamaha Lin Jarvis ikut nimbrung dalam soal ini. Ia tak terlalu yakin apakah perlu minta izin pihak lain (Honda maupun Puig) saat merekrut Lorenzo menjadi tes rider. Pasalnya, saat itu Lorenzo sudah nyatakan mundur.

"Diskusi kami hanya dengan Jorge. Sebagai manajemen sebuah tim MotoGP, kami tak perlu melibatkan pihak lain," tandasnya."

Demikian ceritanya. Hanya sekadar cerita di balik berita karena sejauh ini memang tak ada problem serius dari masing-masing pihak. (rnp)

 

 

 

 

KATA KUNCI