mobilinanews (Italia) - Hanya 15 pembalap. Fight 10 laps. Tapi, Race of Champions yang mewarnai World Ducati Week di Sirkuit Misano, Sabtu (27/7) tak cuma meriah, tapi juga kontroversi yang melibatkan Marc Marquez.
Bagnaia memimpin balapan sejak start hingga garis finish. Pembalap veteran Andrea Iannone yang kini balapan di siperbike ditinggal lebih dari 1 detik di garis finish. Keduanya naik podium ditemani Marquez (Gresini) yang finish urutan 3.
Tapi, podium Marquez memunculkan kontroversi. Sepanjang balapan ia bertempur dengan Nicolo Bulega, pembalap Ducati di WSBK. Di tikungan terakhir pada lap terakhir, Marquez tampak menyalip Bulega lewat sudut yang sempit.
Mendadak Bulega terjengkang ke gravel, dan harus dibawa ke klinik sirkuit.
Jadi kontroversi karena Bulega dengan emosi menuduh Marquez memaksa masuk dan menyenggolnya. Marquez pun membantah.
"Tidak ada itu. Saya tak merasa ada senggolan," ucap Marquez.
Karena itu hanyalah balap internal Ducati, maka siapa yang salah diserahkan kepada penilaian fans lewat rekaman video yang beredar.
Lepas dari kontroversi itu, ini adalah.kalai pertama Marquez ikut Race of Champions, sebuah balapan yang melibatkan para pembalap aktif Ducati dari ber agar ajang kompetisi. Semuanya pakai spek motor yang sama. Kali ini gunakan Panigale V4.
Ini pula yang membuat race itu ditunggu, karena kali pertama Bagnaia dan Marquez berombak di atas motor yang sama. Di ajang MotoGP, Marquez berulangkali bilang sulit baginya mengalahkan Bagnaia karena ia pakai Deamosedici GP23 sedangkan rivalnya pakai spek terbaru GP24.
Faktanya, di atas Superbike kebanggaan Ducati itu Marquez gagal.mengalhakn Bagnaia baik di sesi kualifikasi (Bagnaia P2, Marquez P3, sedangkan pole position jatuh kepada Iannone) maupun di raceday.
Bagnaia pun tak ingin menanggapi soal penampilan Marquez yang musim depan jadi pendampingnya di tim pabrikan Ducati.
"Saya lebih menikmati suasananya. Sangat meriah. Penonton memenuhi tribun dan bersorak, suara mereka terdengar meski saya pakai helm."
"Saya tak tahu mengapa bisa unggul lebih satu detik di garis finish. Saya hanya ingin beri hiburan kepada penonton. Sama sekali tak perhatikan lawan," imbuhnya.
Itu kata Bagnaia. Dalam hatinya mungkin beda karena bisa mengalahkan Marquez di atas motor yang sama.
Paling tidak ia sudah menang mental karena tahun depan keduanya akan bertarung berebut gelar dari atas motor yang juga sama. (rn)