MotoGP 2024 Emilia Romagna: Enea Bastianini, Rider Ducati Yang Justru Ingin Permalukan Ducati di Akhir Musim. Marquez Jadi Alasannya

Minggu, 22/09/2024 20:59 WIB | Rulin purba
Enea Bastianini tanpa Francesco Bagnaia di podium GP Emilia Romagna 2024. (Foto: ist)
Enea Bastianini tanpa Francesco Bagnaia di podium GP Emilia Romagna 2024. (Foto: ist)

mobilinanews (San Marino) - Local hero Enea Bastianini menyelamatkan muka Italia di GP Emilia Romagna, Minggu (22/9). Ia bintang di antara para bintang - Francesco Bagnaia,  Jorge Martin,  dan Marc Marquez. 

Bastianini yang lahir dan besar di sekitar Sirkuit Misano, menang dramatis di race day Misano2. Dengan aksi agresif dan menawan ia mengalahkan Martin di lap terakhir.

"Saya memang berencana menyerang pada tiga laps terakhir," imbuh pembalap pabrikan Ducati itu yang sebelumnya juga menyalip rekan setimnya, Bagnaia, di pertengahan lomba. Bagnaia sendiri kemudian jatuh dan DNF.

Itu gelar juara kali pertama Bastianini di Misano sejak jadi pemain MotoGP dalam 4 musim ini. Selama ini hanya podium. 

Itu juga kemenangan kali ke-100 Ducati di kelas primer. Tapi, ia seperti merasa tak perlu merayakan gelar ke-100 itu seperti kru Ducati yang seluruhnya mengenakan kaos edisi 100 Kemenangan. Ia lebih antusias bicara untuk dirinya sendiri.

"Ini balapan fantastis. Saya sangat bahagia. Saya persembahkan buat keluarga, teman-teman dan fans yang hadir di sini," kata Bastianini saat wawancara terbuka di parc ferme.

Petik poin 25, kini Bastianini naik ke peringkat 3 klasemen MotoGP dengan menggusur Marquez dengan selisih poin hanya 1. Dengan Martin dan Bagnaia, Bastianini masih tekor 59 dan 35 poin. 

Bagnaia sendiri kini tertinggal 24 angka dari Martin sementara sisa balapan hanya tertinggal 6 putaran. Seri terdekat adalah GP Indonesia di Mandalika pada 27-29 September atau pekan depan.

Kans mengejar Martin terbuka meski tak mudah. Tapi peluang mengejar Bagnaia sangat terbuka. 

Di situlah menariknya. Bagnaia sendiri butuh bantuan Bastianini untuk membantunya melawan Martin tetapi sadar kalau tim Ducati tak mungkin menerapkan kebijakan team order.

"Saya tak berharap ada team order. Enea akan mementingkan dirinya sendiri, terlebih pada tahun depan ia tak lagi di Ducati (pindah ke pabrikan KTM, red)," ucap Bagnaia beberapa waktu lalu.

Benar kata Bagnaia. 

Bastianini menegaskan siap fight keras hingga akhir musim. Motivasinya hanya satu: yakni melampiaskan kekecewaan kepada Ducati.

"Saya hanya ingin buktikan mereka salah telah menyepelekan saya," tandas pembalap berusia 26 tahun berjuluk La Bestia atau The Beast itu.

Ia terang-terangan menyatakan kecewa saat Ducati memilih Marquez menggantikan dirinya untuk menjadi rekan setim Bagnaia pada 2025-2026. Karena ia merasa masih pantas di Ducati karena performa buruknya pada 2023 hingga awal serial 2024 tak lain karena cidera panjang akibat crash dahsyat di GP Portugal 2023.

Sejak memenangi GP Inggris lalu The Beast beranjak meningkat mendekati penampilan sesungguhnya. Ia rajin masuk podium (kecuali di GP Aragon yang finish P5) sampai kemudian meraih kemenangan kedua.musim ini di GP Emilia Romagna.

Sementara ini Bastianini sudah kalahkan Marquez meski hanya dengan selisih poin. Tapi, itu jadi bukti ia masih kompetitif di level atas. Memperkuat motivasinya untuk mengejar Bagnaia hingga akhir musim. Syukur jika bisa juga mengejar Martin.

Jika itu terjadi, mengalahkan Bagnaia sampai akhir musim, maka Ducati akan benar-benar dioermakukan Bastianini. Sekaligus menjadi bukti ia seharusnya masih layak di Ducati.

Tahun lalu ia finish P8 di GP Indonesia dalam kondisi fisik belum sepenuhnya bugar usai absen di 4 seri sebelum ke Indonesia. Sulit menebak akankah ia kuras lagi poin musuh-musuhnya atau tidak. Yang pasti, kemenangan di Misano membuat semangat tempurnya makin tinggi untuk balasan sakit hati pada Ducati. (rn)