MotoGP 2024 Solidarity: MIchelin Produksi 7 Kompon Ban Dadakan, Francesco Bagnaia dan Jorge Martin Adu Nasib

Kamis, 14/11/2024 18:36 WIB | Rulin purba
Perundingan Francesco Bagnaia dan Jorge Martin bakal ikut ditentukan kompon ban. (Foto: ist)
Perundingan Francesco Bagnaia dan Jorge Martin bakal ikut ditentukan kompon ban. (Foto: ist)

mobilinanews (Spanyol) - Dua pemburu gelar MotoGP 2024, Francesco Bagania dan Jorge Martin, beberapa kali jatuh misterius musim ini. Tiba-tiba roda depan slip dan klontang. Ini faktor lain yang patut diwaspadai pada race penentuan di Barcelona pekan ini.

Jika salah satu jatuh lagi pada final race ini maka pertaruhannya adalah gelar kejuaraan dunia. Bagi Bagnaia, jika Marttin jatuh maka itu adalah kondisi yang memungkinkannya untuk meraih gelar kali ketiga. Pasalnya, ia sudah kalah 24 angka dari Martin.

Bagnaia sendiri menyebut peluangnya memang berat. Tapi, ia tak akan menyerah sebelum race benar-benar berakhir. Apa saja  bisa terjadi, katanya, sembari menyebut kecelakaan itu yang bisa menimpa siapa saja.

"Jorge bisa saja juara, finish kelima atau bisa jatuh. Saya juga. Tak ada yang tahu," kata prmbalap tim pabrikan Ducati itu yang mengaku sangat tenang dan justru tak sabar turun lagi ke Sirkuit Barcelona.

Bagnaia harus memetik poin maksimal dalam race terakhir ini, 37 angka dari sesi sprint dan main race. Jika ia menang, maka Martin hanya perlu meraih 14 poin atau lebih dari kedua race itu untuk jadi juara dunia. Jika hanya 13 atau kurang sehingga total poin akhir sama besar, maka Bagnaia yang juara dunia karena meraih kemenangan di sesi main race.

Soal keandalan motor, skill pembalap, nyali dan kecerdasan strategi,  keduanya kurang lebih bersaing. Hanya faktor keberuntungan yang akan membedakannya.

Keberuntungan itu, selain cuaca maka ban menjadi salah satu faktor krusial.

Soal ban ini menarik karena Michelin sebagai pemasok tunggal harus membuat ban dengan konstruksi baru, tak lain karena pemindahan GP Valencia yang kena musibah banjir,  ke Sirkuit  Barcelona.

Pabrikan ban Prancis ini harus memproduksi ban baru karena karakter sirkuit yang berbeda. Juga  berbeda dengan paket ban dengan GP Catalunya di Sirkuit sama medio Mei lalu.

"Waktu kami hanya beberapa hari. Beda dengan ban di Catalunya karena suhu udara yang sangat berbeda antara Mei lalu dengan Nivember ini yang jauh lebih teduh," kata bos Michelin Motorsport Piero Taramasso.

Hasil kerja dadakan itu adalah 7 pilihan ban yang berbeda. Terdiri dari empat ban depan (1 kompon soft asimetris, 1 medium simetris, 1 hard simetris dan 1 hard asimetris) ditambah tiga ban belakang asimetris (soft, medium dan hard). Simetris adalah ban yang kedua sisinya sama. Asimetris berarti ada sisi yang lebih tebal dari sisi sebelahnya. Untuk Barcelona ini ban asimetris dibikin lebih tebal pada sisi kanan karena tikungan kanan lebih banyak di sirkuit itu yang dengan sendirinya mendapat tekanan lebih tinggi.

 “Antara bulan Mei dan November, perbedaan suhu sangat besar sehingga kami harus beradaptasi,  terutama karena trek ini terkenal dengan tingkat cengkeramannya yang rendah," lanjut Taramasso. 

Pertanyaannya siapa antara Bagnaia dan Martin yang bisa lebih cepat  beradaptasi dengan ban baru itu dan mendapatkan kombinasi ban yang paling tepat untuk race balap sprint yang hanya 12 laps dan balap utama sepanjang 24 laps? (rn)