Prediksi Lebih Dari 110 Juta Orang Lakukan Perjalanan Saat Nataru, Menhub Lakukan Ini

Selasa, 03/12/2024 13:26 WIB |
Ilustrasi Terminal Bus (Foto: Ditjen Hubdat)
Ilustrasi Terminal Bus (Foto: Ditjen Hubdat)

Mobilinanews (Jakarta) - Menteri Perhubungan RI (Menhub) Dudi Purwagandhi mengungkapkan bahwa potensi pergerakan masyarakat pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 mencapai sekitar 110,67 juta orang.

Oleh sebab itu, Menhub turut meninjau sejumlah simpul transportasi di beberapa wilayah guna memastikan semua stakeholder transportasi benar-benar telah mempersiapkan pelayanan angkutan Nataru dengan baik dan sesuai prosedur yang berlaku.

“Karena itu dalam beberapa hari lalu, saya melakukan peninjauan untuk memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jasa transportasi di semua sektor benar-benar dipersiapkan dengan baik oleh semua stakeholder,” ujarnya mengutip siarannya, Selasa (3/12/2024).

Adapun sejumlah titik yang dikunjungi Menhub antara lain: Bandara Soekarno-Hatta, Kereta Bandara Stasiun BNI City, Stasiun Integrasi LRT-Whoosh Halim, Stasiun Padalarang, Stasiun Bandung, Stasiun Gambir, hingga Stasiun Senen.

Menhub berpesan agar semua stakeholder terus meningkatkan pengawasan, salah satunya dengan melakukan rampcheck atau inspeksi secara berkala terhadap seluruh moda, mulai dari bus, pesawat, kereta api, hingga kapal laut penumpang yang akan dioperasikan.

“Untuk keselamatan penumpang, saya minta petugas di lapangan untuk memastikan semua moda transportasi yang ada benar-benar dalam kondisi yang layak beroperasi. Langkah ini penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan di kemudian hari,” jelas Menhub.

Sejalan dengan itu, Menhub juga mengimbau seluruh stakeholder agar terus berkolaborasi secara intensif selama periode Nataru berlangsung, termasuk dalam mengantisipasi cuaca buruk yang berpotensi terjadi selama masa Nataru.

“Hujan berlebih dan potensi bencana hidrometeorologi saat periode Nataru perlu diantisipasi. Saya berharap semua stakeholder dapat terus berkoordinasi dengan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) secara konsisten,” pungkasnya.