F1 2026 Catalunya: putus Dominasi Mercedes, Lewis Hamilton Mulai Masuk Jalur Perebutan Gelar Tahun Ini

Minggu, 14/06/2026 23:59 WIB | Rulin purba
Lewis Hamilton (Inggris/Inggris). (Foto: f1)
Lewis Hamilton (Inggris/Inggris). (Foto: f1)

mobilinanews (Spanyol) - George Russell dominan di sesi latihan dan kualifikasi, membuatnya favorit kuat menjuarai GP Catalunya, Minggu (14/6). Tapi, Lewis Hamilton merusaknya dengan strategi cerdik saat pitstop.

Tak ada drama di garis start. Russell sebagai pole sitter tidak terganggu oleh Hamilton dari P2. Meski gunakan ban lembut, pembalap Ferrari itu tak mampu menyikat Mercedes ke tikungan pertama.  Begitu pun pemimpin klasemen sementara Kimi Antonelli (Mercedes), juga tak bisa memperbaiki posisi dari P3, bahkan ia harus melayani perlawanan keras dari Lando Norris (McLaren).

Tensi balapan natu mulai terasa naik kala pembalap melakukan pitstop penggantian ban. Hamilton menggunakan 3 kali pit dan hasilnya mulai mendekat dengan Russell ysng anteng di depan.

Puncaknya saat ada tambahan pitstop dadakan saat VSC (Virtual Safety Car) . Hamilton mendapat keuntungan saat masuk lintasan kembali dan berada di depan Russell.  Dengan ban yang lebih segar maka dengan mudah mantan rekan setim Russell di Mercedes itu menjauh dari lawan.

Hamilton pun menyentuh garis finish untuk mencetak kemenangan pertamanya bersama Ferrari, sekaligus kemenangan perdana Ferrari musim ini.

"Sejak lap pertama, kami memang sudah merasa strategi ban sangat krusial dalam balapan ini. Itu diimbangi oleh semangat dan performa Lewis yang sangat bagus," ucap Team Principal Ferrari Fred Vasseur. 

Kembali ke arena lomba. Sukses menjinakkan Norris, Antonelli mulai bernafsu mengejar Russell untuk berebut P2. Ia berhasil tetapi hanya sekejap. Mesin mobilnya mendadak bermasalah dan DNF pada lap 62 atau empat lap sebelum balapan berakhir. Russell kembali ke P2 dan menyentuh garis finish dengan selisih waktu hampir 20 detik.

Kegagalan Antonelli membuat Norris naik podium bersama Hamilton dan Russell.  Ini catatan unik karena pertama kalìdejak yang terakhir pada 1968 saat podium F1 semuanya diisi oleh driver Inggris.

Kegagalan Antonelli juga membuat posisi Hamilton semakin kokoh di peringkat kedua klasemen sementara dengan total poin 115. Unggul 9 poin atas Russell di P3 tetapi masih kalah 41 poin dengan Antonelli di tangga teratas.

Selisih 41 poin bukan sedikit, tapi secara matematika masih memungkinkan Hsmilton berburu gelar tahun ini. Tapi, itu belum ada dalam pikiran pemegang 7 gelar juara dunia F1 itu.

"Kejuaraan belum selesai, masih sangat panjang. Yang pasti saya sedang berada di tempat yang bagus," ujar Hamilton yang berharap performa Ferrari SF26 bisa konsisten dan membuatnya bisa konsisten juga mengambil poin dari Mercedes. 

Konsistensi itu dalam waktu dekat akan terlihat di GP Austria pada 26-28 Juni nanti. (r)