mobilinanews (UEA) - Sehari usai GP Abu Dhabi pekan ini, tepatnya pada Senin (9 Desember), akan ada pertemuan penting dan genting antara petinggi Red Bull Racing (RBR) dengan Sergio Perez. Dipastikan soal masa depan driver top Meksiko itu.
Petinggi RBR itu adalah para tokoh kunci tim asal Austria yang bermarkas di Inggris tersebut, yakni Senior Advisor Helmut Marko dan Team Principal Christian Horner. Beberapa media, termasuk ESPN, memastikan pertemuan segi tiga itu menyangkut masa depan Perez yang dalam beberapa bukan terakhir sangat tak jelas.
Tak lain karena performa buruknya sepanjang musim kompetisi 2024. Ia tak pernah finish di 6 Besar sejak seri GP Miami. Membuatnya terpuruk di peringkat 8 klasemen pembalap dengan selisih 277 poin dengan Max Verstappen yang musim ini menyabet gelar dunia keempat kalinya di F1.
Sumbangan poin Perez yang minim juga membuat RBR kehilangan gelar juara dunia konstruktor dan saat ini jatuh ke peringkat 3 klasemen di bawah McLaren dan Ferrari.
Kondisi itu buruk buat Perez. Di akhir paro musim lalu ia sempat mau diganti oleh tim meski punya kontrak hingga 2025 dan opsi perpanjangan ke 2026. Rencana itu batal karena pembelaan Verstappen dan pertimbangan finansial karena terkait sponsor besar yang dibawa Perez dari Meksiko.
Kini sepertinya tak ada ampun lagi. Pertemuan pada 9 Desember itu diprediksi adalah akhir karir Perez di RBR meski Horner menghindari istilah pemecatan.
"Saya ingin Checo (panggilan Perez) untuk mengambil kesimpulan (dan keputusan) sendiri," kata Horner yang pertengahan musim lalu menyebut timnya berjalan hanya dengan 1 kaki (hanya Verstappen) dan harus dikoreksi.
"Saat ini ia memang sangat kesulitan. Tapi, kami tak lupa bahwa Checo ikut berjasa memenangkan kejuaraan dunia konstruktor 2022 dan 2023," imbuh Hirner tanpa menyebut musim 2023, karena saat itu poin milik Verstappen saja sudah melebih total poin Mercedes.
Indikasi pemecatan Perez diperkuat oleh kehadiran pembalap muda binaan Marko di level yunior. Pertama dengan mempromosikan Liam Lawson beberpaa waktu lalu yang secara mendadak menggantikan driver senior Daniel Ricciardo di tim RB pada September silam.
Berikutnya adalah rencana mempromosikan Isack Hadjar yang saat ini bertarung di level F2.
ESPN menyebut punya beberapa sumber yang menyebut Lawson akan gantikan Perez menjadi pendamping Vertappen musim depan. Hadjar akan promosi ke F1 menjadi pengganti Lawson di tim RB, mendampingi Yuki Tsunoda.
Rumor lain menyebut RBR tak akan memecat Perez begitu saja. Ia akan ditawarkan peran menjadi ambasador tim seperti juga ditawarkan kepada Ricciardo namun ditolak oleh driver asal Australia ini.
Gosip berikutnya, jika didepak RBR Checo masih akan berada di lingkaran F1. Ia digadang-gadang sebagai kandidat utama untuk membesut tim Cadillac (General Motors), pabrikan AS yang akan gabung F1 pada musim 2026. Perez layak dalam tim itu lantaran popularitasnya yang tinggi di kawasan Amerika. (rn)