Dakar 2025: Dacia Sandriders, Gebetan Baru Nasser Al Attiyah Untuk Raih Gelar Ke-6 Rally Dakar

Jum'at, 03/01/2025 22:57 WIB | Rulin purba
Nasser Al-Attiyah di atas Dacia Sandriders, jagoan baru di kancah Dakar 2025. (Foto: dacia)
Nasser Al-Attiyah di atas Dacia Sandriders, jagoan baru di kancah Dakar 2025. (Foto: dacia)

mobilinanews (Arab Saudi) - Dacia bukanlah nama pabrikan mobil top dunia. Di edisi Dakar 2025, mobil itu baru jalani debutnya tahun ini. Kalah tenar dengan Citroen, VW, Toyota, Peugeot dan lainnya yang lebih dulu main di kancah Dakar. 

Tapi, meski pemain baru, Dacia datang dengan ancaman nyata. Tak lain karena pabrikan asal Rumania dengan kepemilikan Group Renault (Prancis) itu datang bersama driver padang pasir terkenal Nasser Al-Attiyah, pemegang 5 gelar juara Dakar dan 3 juara dunia FIA World Rally Raid Championship (W2RC).

Ada alasan besar untuk menempatkan Dacia meski status debutan menjadi favorit edisi Dakar 2025. Meski hanya 5 kali uji coba, pasangan Dacia dan Al-Attiyah sukses memenangi seri terakhir W2RC 2024 di gurun pasir Maroko pada Oktober silam, sekaligus mengukuhkan perally asal Qatar itu sebagai juara dunia W2RC kali ketiga.

Semakin istimewa karena Sebastien Loeb, pemegang rekor 9 gelar WRC selaku rekan setim Al-Attiyah juga finish di posisi kedua.

Finish 1-2 di Maroko adalah pencapaian spektakular Dacia yang baru tampil sekali di sana. Padahal, tujuan utama Loeb di Maroko bukanlah peringkat, tetapi semata adalah menguji ulang beberapa pengembangan teknis Dacia untuk dibawa ke Dakar.

Rival beratnya Al-Attiyah di Dakar adalah pembalap veteran Carlos Sainz Sr yang tahun lalu juara bersama tim Audi dengan mobil listrik. Tahun ini Sainz datang  bersama Ford Raptor, yang juga mobil baru untuknya. Sainz juga main di Maroko dan finish P4, namun yang ia utamakan adalah upaya pengembangan ke Dakar sebagai tujuan akhir.

Al-Attiyah dan Sainz kini sama-sama memburu gelar kali keenam di Dakar. Orang ketiga yang kudu diperhitungkan di antara mereka adalah Loeb. (rn)