MotoGP 2025: Dua Musim ke Depan, Setidaknya Satu Tambahan Gelar Buat Marc Marquez

Selasa, 07/01/2025 23:59 WIB | Rulin purba
Marc Marquez saat menguji protope GP25 di Barcelona  serasa lahir lagi. (Foto: ist)
Marc Marquez saat menguji protope GP25 di Barcelona serasa lahir lagi. (Foto: ist)

mobilinanews (Spanyol) - Semakin terus terang saja Marc Marquez mengakui hasrat dan ambisinya meraih satu tambahan gelar di balap motor dunia. Satu gelar lagi akan membuatnya sejajar dengan Valentino Rossi yang punya rekor 9 gelar.

Musim 2025 - 2026 kata pemilik 8 gelar itu, dua di kelas bawah dan menengah serta 6 di kelas primer, adalah waktu yang paling memungkinkannya meraih 7 gelar kelas para raja seperti yang sudah ditorehkan Rossi.

Tak lain karena mulai musim 2025 ini Marquez bergabung dengan tim pabrikan Lenovo Ducati, tim terbaik dalam tiga musim terakhir MotoGP.

"Saya tak tahu apakah itu musim terakhir saya atau tidak. Tapi, 2025 dan 2026 adalah kesempatan bagus untuk mencoba meraih tambahan gelar. Karena saya bergabung dengan tim terbaik dan saya akan berjuang 100%," tegasnya seperti ditulis media Spanyol, Marca.

Hasil  balapan setahun di tim satelit Gresini Ducati menjadi dasar kuat Marquez untuk merasa saatnya berjuang uang meraih gelar lagi. Ia cepat beradaptasi dengan Ducati Desmosedici GP23 meski 11 tahun beruntun sebelumnya bersama Honda RC213V. 

Ia bahkan sukses meraih 3 kemenangan grand prix dan satu sprint race bersama Gresini. Membuat kepercayaan dirinya kembali melambung setelah menderita panjang akibat cidera dan lemahnya motor Honda dalam 3 musim terakhir.

"Saya merasa lahir kembali setelah sekian lama terpuruk."

Semua hasil itu menjadi sinyal kalau proses adaptasi dengan GP25 nanti pun bisa ia jalani dengan lancar.

Tampil dengan motor dan lingkungan tim yang berbeda, MM93 memastikan gaya balapnya tak akan berbeda. Tetap agresif untuk meraih posisi terdepan. Dan, seperti biasanya, ia tak takut jika harus mencapai posisi itu dengan jungkir balik di lintasan bersama motornya.

"Kecelakaan adalah bagian dari olahraga ini. Saya hanya berharap tak menimbulkan cidera. Yang jelas tujuannya meraih titel juara, fight hingga race terakhir."

Hasrat Marquez meraih gelar lagi adalah alasan utama kepindahannya ke Gresini Ducati yang akhirnya kini mendarat di tim nomor satu Ducati. Bukan karena tak setia kepada Honda yang telah memberinya 6 gelar MotoGP. Tapi, semata karena perhitungan teknis semata.

"Membangun motor kompetitif itu perlu waktu bertahun-tahun sementara kesempatan pembalap dalam form terbaiknya sangat terbatas. Keburu tua jika menunggu," tegasnya saat meninggalkan Repsol Honda di akhir musim 2023 lalu.

Marquez yang tahun ini memasuki usia 32 tahun akan bersaing dengan  Francesco Bagnaia, juara dunia 2022 dan 2023 yang jauh lebih muda. Sejumlah pengamat menyebut kedua pembalap top ini bakal seperti harimau dan singa dalam satu kandang. Bisa benar,  bisa tidak karena keduanya adalah pembalap yang sangat profesional.

"Lagipula kami tak peduli mereka berteman atau tidak, atau menghabiskan waktu bersama. Yang kami inginkan adalah mereka memberikan kemenangan," komentar GM Ducati Luigi Dall`Igna soal.kemungkinan kisruh di garasi tim Lenovo Ducati nantinya.

Marquez bakal tampil dengan  livery Lenovo Ducati saat launching tim dan GP25 di Italia pada 20 Januari mendatang. Di sini pula kali pertama ia tampil dengan sponsor Monster Energy setelah sepanjang karir sebelumnya bersama Red Bull. (rn)