MotoGP 2025 Qatar: Jorge Martin Masuk RSU Hamad di Tengah Pesta Kemenangan Marc Marquez

Senin, 14/04/2025 02:59 WIB | Rulin purba
Jorge Martin, sang juara dunia bertahan saat tergeletak tak berdaya di pinggiran trek Lusail, Qatar. (Foto: ist)
Jorge Martin, sang juara dunia bertahan saat tergeletak tak berdaya di pinggiran trek Lusail, Qatar. (Foto: ist)

mobilinanews (Qatar) - Plat nomor #1 tampaknya belum membawa keberuntungan pada Jorge Martin. Penampilan perdananya musim ini bersama tim pabrikan Aprilia, kembali diwarnai kecelakaan berat dan mengharuskannya masuk rumah sakit. lagi. 

Sebenarnya target juara dunia 2024 itu sederhana saja pada main race GP Qatar pada Senin (14/4) dinihari WIB itu. Yakni sekadar mencapai finish pada race berdurasi 22 laps itu setelah sebelumnya mampu tampil 11 laps di sesi sprint race.

Tapi, nasib berkata lain. Belum separoh  balapan, ia dan Aprilia RS-GP besutannya slip dan terbanting keras di sebuah tikungan. Menyeret tubuhnya sekitar 10 meter. Saat ditolong tim medis, ia mengeluh rasa sakit pada dada.

Ia langsung diangkut ke klinik sirkuit untuk pemeriksaan awal. Selanjutnya dilarikan ke rumah sakit umum (RSU) Hamad di Doha untuk pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.

Direktur Medis MotoGP Angel Charte mengatakan kondisi Martin sadar dan ucapannya terarah.

“Pada prinsipnya, pemeriksaan radiologi yang kami lakukan menunjukkan bahwa dia mengalami pneumotoraks traumatis. Memang ada gambar salah satu tulang rusuk yang mungkin terpengaruh, tetapi sulit untuk memastikannya karena selubung pneumotoraks menghalangi kami untuk melihat gambar dengan jelas," kata dang dokter seperti dikutip dari media motorsport.

“Kami memindahkannya ke Rumah Sakit Umum Hamad, melakukan pemindaian CAT, dan melihat seberapa luas pneumotoraksnya. Jika terlalu besar, kami harus menusuknya. Kami telah menstabilkannya dengan obat penghilang rasa sakit. Sebelum kami melakukan pemindaian CT, kami tidak dapat beri meterangan lebih banyak," imbuhnya.

Martin baru dinyatakan layak tarung di MotoGP setelah menjalani perawatan panjang akibat kecelakaan saat winter test Sepang pada Februari silam. Kecelakaan kedua menyusul saat berlatih di atas motor. Membuat cidera patah tulang tangan dan kakinya yang hampir sembuh menjadi lebih parah lagi, khususnya di tangan.

Belum ada kepastian berapa lama ia akan berada di RSU Hamad. Tapi, diperkirakan ia bakal absen lagi di seri balap berikutnya yang mulai masuk zona Eropa yang dimulai dengan GP Spanyol di Sirkuit Jerez.

Di luar musibah Martin, jalannya balapan GP Qatar sungguh menghibur. Marc Marquez (Ducati) kali ini benar-benar harus berjuang keras meraih kemenangan.

Kandidat kuat juara dunia 2025 ini mendapat perlawanan dari Franco Morbidelli (Pertamina VR46 Ducati), Francesco Bagnaia (Ducati) dan Maverick Vinales (Red Bull KTM Tech3). Hasil akhirnya ke atas podium adalah Marquez, Vinales dan Bagnaia.

Ini penantian panjang Marquez di trek Lusail. Satu-satunya kemenangan sebelumnya diraih pada musim 2014 atau satu dekade lalu.

"Kemenangan ini sangat berarti karena diraih pada salah satu sirkuit yang sulit buat saya," ucap Marquez yang merayakan sukses itu dengan gegap gempita, serasa pesta di tengah penderitaan rekan senegaranya, Martin, di kasur rumah sakit.

Maka MM93 pun kembaki ke puncak klasemen pembalap tahun ini dengan total poin 123. Kalau tadinya kalah 1 angka dari sang adik, Alex Marquez (Gresini Ducati), kini ia balik memimpin dengan keunggulan 18 angka. Alex sendiri finish P7 di seri Qatar. Masing-masing kini mengoleksi 123 dan 105.

Posisi 3 dan 4 dihuni Bagnaia (93) dan Morbidelli (75). (r)