MotoGP 2025 Italia: Marc Marquez Lemah di Mugello, Ini 4 Local Hero Italia Yang Berniat Menggempur Marquez Bersaudara

Rabu, 18/06/2025 21:27 WIB | Rulin purba
Local hero Italia yang siap hadang laju Marc Marquez, tiga diantaranya murid Valentino Rossi. (Foto: gpone)
Local hero Italia yang siap hadang laju Marc Marquez, tiga diantaranya murid Valentino Rossi. (Foto: gpone)

mobilinanews (Italia) - GP Italia di Sirkuit Mugello selalu gegap gempita. Begitu pun akhir pekan ini, puluhan ribu tifosi akan berbondong menyemangati para pembalap tuan rumah.

Aroma persaingan di Mugello musim ini sangat berbeda. Pembalap Spanyol Marc Marquez (Ducati) dan sang adinda Alex Marquez (Gresini Ducati) datang ke home race Ducati itu dengan status favorit berkat dominasinya musim ini.

Ironisnya mereka bertanding dari atas motor buatan Italia,  bersama tim milik Italia, di GP Italia melawan para jagoan Italia, dan di depan para penonton lokal yang sebagian besar masih 'memusuhinya' sejak konflik besar Marquez dengan Valentino Rossi di masa lalu.

Istilahnya,  Marquez boleh menang di trek mana saja asalkan tidak di Mugello. Karena itu jika pada raceday Minggu (22/6) nanti Marquez bisa dikalahkan rider Ducati maka dipastikan euforia dan pesta tifosi di Mugello bakal meledak dan menyala-nyala.

Masalahnya, siapa joki tuan rumah yang yang bisa mengalahkan Marquez Bersaudara?

Tanpa Luca Marini (Honda) yang harus menepi lantaran cidera, pembalap tuan rumah menyisakan Francesco Bagnaia yang juga rekan setim Marquez di Ducati, Marco Bezzecchi (Aprilia), duet tim VR46 Ducati Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli,  Enea Bastianini (KTM Tech3) dan Lorenzo Savadori (Aprilia).

Dari 6 itu hanya Bagnaia, Bezzecchi,  Morbidelli dan Giannantonio yang di atas kertas berpeluang fight ke zona podium. Tiga nama pertama adalah anak didik Rossi di VR46 Academy.

Bagnaia dan Giannantonio pakai motor Desmosedici GP25 yang basis teknisnya sama dengan motor Marquez. Sedangkan Morbidelli pakai spek GP24 yang sama dengan besutan Alex Marquez.

Tapi, untuk berebut gelar melawan Marquez sepertinya hanya Bagnaia dan Bezzecchi yang punya kesempatan. Keduanya sudah menyumbang masing-masing 1 kemenangan musim ini meski tak lepas dari faktor keberuntungan. 

Keduanya pun sudah bertekad memberikan penampilan maksimal di depan gemuruh tifosi Italia. Meski tak mudah mematahkan dominasi Marquez, kesempatan selalu ada meski sekecil apa pun. Faktor keberuntungan tak bisa lepas dari sebuah hasil balapan. Marquez pun mengakui hal itu.

"Saya tak mungkin bisa selalu bagus dan menang. Bisa saja apes di sebuah balapan, kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi," katanya.

Pemimpin klasemen 2025 itu pun tetap mewaspadai Bagnaia sebagai rival terdekat seperti halnya Alex. Ia tahu Bagnaia masuk Mugello dengan kepercayaan diri lebih kuat seusai GP Aragon lalu.

Dan, seperti biasanya, Bagnaia cukup realistis memprediksi peluangnya. Motornya masih kalah kencang dibandingkan lawan. Karena itu sesi latihan awal sangat penting untuk menyiapkan setingan. 

"Targetnya adalah persiapan motor agar  paling tidak kami bisa fight melawan Marc. Setelah itu kita lihat nanti," tegas Bagnaia yang merasa kepercayaan dirinya di atas Desmosedici GP25 memang tumbuh sejak GP Aragon lalu.

Ya, di Aragon, Spanyol, itu Bagnaia menggunakan disc brake yang lebih besar dan itu membuatnya lebih mudah mengendalikan bagian depan motor yang selama ini menjadi masalah terbesarnya. Meski saat itu hanya finish di podium ketiga, ia merasa sangat puas karena sudah mulai merasa nyaman dengan motornya.

Hal itu diakui bos Ducati Luigi Dall"Igna. Perasaan Bagnaia, katanya, jauh lebih penting dari hasil balapan di Aragon itu. 

"Ia sudah tersenyum, buat kami itu sangat berarti. Sebuah sinyal kebangkitan," kata Dall’Igna. 

Jika menengok ke belakang, penampilan Marquez di Mugello biasa saja. Dari 11 kali tampil di level MotoGP, ia hanya sekali menjadi juara (2014), dua podium lainnya dan 4 kali retire.

Sebaliknya dengan Bagnaia yang berjuluk Raja Mugello berkat kemenangan berturut pada 2022, 2023 dan 2024. Pada dua tahun terakhir itu ia juga memenangkan sesi sprint test di sana.

Itu memang hanya statistik. Tapi, jika Bagnaia bisa membangun setingan motornya mendekati dan bersaing dengan motor Marquez maka kemungkinan menang bisa saja terjadi. Dukungan besar dari seantero Italia menjadi booster yang akan membantu.

Begitu pun peluang Bezzecchi,  bahkan juga Morbidelli dan Giannantonio. Sebab semua tahu apa saja bisa terjadi di MotoGP. Yang jelas akibatnya hanya dua, Marquez meneruskan dominasinya sekaligus 'mempermalukan' rider Italia di rumah mereka sendiri. Atau, Marquez  harus mengakui kalau di trek kebanggaan Italia itu ia memang lemah. (r)