MotoGP 2025 Belanda: Fabio Quartararo Pole Position. Katanya, "Saya Bukan Favorit, Tapi Penantang ke Podium"

Sabtu, 28/06/2025 19:57 WIB | Rulin purba
Fabio Quartararo (Prancis/Yamaha), pole kali keempat di musim 2025.. (Foto: yamaha)
Fabio Quartararo (Prancis/Yamaha), pole kali keempat di musim 2025.. (Foto: yamaha)

mobilinanews (Belanda) - Pole position kali keempat musim ini diraih pembalap andalan Yamaha Fabio Quartararo di sesi kualifikasi GP Belanda, Sabtu (28). Ia akan melakoni sprint race dan main race Minggu (29/6) dari posisi start terdepan.

Pembalap Prancis itu akan ditantang dua pembalap Ducati di front row atau baris depan, yakni Francesco Bagnaia (Lenovo Ducati) dan Alex Marquez (Gresini Ducati) di P2 dan 3.

P4 ditempati rider Ducati lainnya yang juga pemimpin klasemen sementara kejuaraan, Marc Marquez. Ini kali kedua Marquez melakoni start dari baris kedua musim ini.

Meski begitu pemegang 6 gelar MotoGP itu tak bisa diabaikan untuk menjadi kandidat petarung di podium bahkan jadi pemenang. Baik untuk sprint pada malam ini maupun balapan utama pada Minggu malam besok WIB.

Potensinya untuk melanjutkan dominasi terbuka jika efek cidera yang ia alami pada sesi latihan Jumat lalu tidak berkelanjutan. 

Di sesi kualifikasi, Marquez masih terpengaruh oleh kecelakaan sebelumnya. Ia tak ingin ambil resiko kecelakaan kali ketiga yang bisa lebih parah.

"Anda tak mungkin lakukan time attacking secara maksimal jika terbayang oleh kecelakaan," komentarnya dan untuk saat ini berada di posisi 4 starting grid menurutnya bukanlah hal buruk.

"Masalah saya bukan kecepatan. Masalahnya adalah run off area Assen yang terdiri bebatuan yang berskala besar. Bukan rumput, pasir atau gravel seperti trek lainnya," imbuh Marquez yang beberapa bagian tubuhnya lebam akibat terguling-guling di bebatuan itu.

Buat Quartararo, pole keempat ini adalah kesempatan besar untuk meraih kemenangan pada sesi grand prix besok. Bukan karena kondisi fisik Marquez yang tidak fit 100% tapi karena performa Yamaha YZR-M1 memang menakjubkan di Assen,  sebuah sirkuit yang dalam sejarahnya memang cenderung berpihak kepada karakter M1.

"Saya tak menyebut saya adalah favorit di balapan nanti. Tapi, saya adalah salah satu petarung di zona podium. Motor kami sangat bagus di sini," ucap Quartararo yang dalam 3 pole sitter sebelumnya gagal memanfaatkannya menjadi gelar juara.

Yang paling tragis adalah kegagalannya di GP Inggris lalu. Sekian lama memimpin balapan dengan jarak signifikan dengan rival di belakangnya, tiba-tiba saja motornya terkendala teknis dan harus berhenti di pinggir lintasan.

Jika nasib sial seperti itu tak terjadi, bisa diprediksi oleh fans MotoGP kalau Quartararo akan menikmati persaingan dengan rival lamanya,  Bagnaia, di baris depan. Tentu saja akan semakin semarak jika Marquez Brothers ikut bermain sejak garis start.

Buat Quartararo,  ini adalah kesempatan besar untuk meraih gelar juara lagi setelah berpuasa sejak musim 2022. Bagi Bagnaia dan Alex, ini juga kesempatan untuk merapatkan jarak poin dengan Marquez di klasemen sementara.

Dan, buat Marquez, yang penting adalah mencapai garis finish di depan Alex sang adinda. Kalaupun kalah, yang harus ia jaga tidak kehilangan banyak poin dengan Alex. Yang ia target adalah Alex. Bukan Bagnaia atau Quartararo. 

"Alex rival saya paling dekat dalam perburuan gelar 2025. Saya tak mengabaikan Bagnaia tapi saat ini saya sudah unggul poin sangat jauh," dalih Marquez yang masuk Assen pekan ini dengan keunggulan 40 poin dengan Alex dan 110 poin atas Bagnaia.

Tapi, seperti biasanya, motivasi Marquez sangat bisa berubah begitu berada di dlaam lintasan. Jika ia merasa punya ruang menjadi juara maka status itu akan ia kejar meski menahan rasa sakit pada tubuhnya.

"Asalkan saya yakin tidak  beresiko maka jika ada peluang tak akan saya sia-siakan karena saya balapan memang untuk menang."

Jadi, siapa yang akan menjadi rival Quartararo dalam perburuan P1 kali ini? Pastinya salah satu dari Bagnaia, Marquez atau Alex.