Mobilinanews (Jakarta) - Kabar baik bagi masyarakat Sumatera Utara dan wisatawan yang ingin menikmati keindahan Danau Toba. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mempercepat pembangunan Jalan Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat (Kutepat), khususnya pada Seksi 4 ruas Serbelawan–Pematang Siantar. Proyek ini bukan sekadar infrastruktur, tapi bagian dari transformasi konektivitas dan pendorong sektor pariwisata nasional.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa tol ini akan memangkas waktu perjalanan secara signifikan. Jika sebelumnya perjalanan dari Medan ke Danau Toba membutuhkan waktu 3,5 hingga 4 jam, maka dengan beroperasinya seksi baru ini, jarak tersebut bisa ditempuh hanya dalam 1,5 jam via jalan tol.
"Pembangunan jalan tol ini bukan hanya untuk mempercepat akses ke Danau Toba, tetapi juga mendorong pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru, memperlancar logistik, dan menurunkan biaya transportasi," ungkap Dody, Senin (15/7).
Ruas Simpang Susun (SS) Sinaksak–Pematang Siantar sepanjang 12,3 km kini telah menyentuh progres 99,19 persen per 30 Juni 2025 dan sedang menjalani proses Audit Keselamatan Jalan (AKJ). Ditargetkan ruas ini dapat beroperasi pada triwulan III 2025.
Seksi 4 ini merupakan bagian dari total jalur Serbelawan–Pematang Siantar sepanjang 28 km, menyusul ruas sebelumnya Dolok Merawan–Sinaksak (15,63 km) yang telah lebih dulu dibuka.
Gerbang Tol Sinaksak, yang dekat dengan batas Kota Pematang Siantar, akan menjadi simpul penting penghubung ke kawasan wisata Danau Toba.
Pembangunan Tol Kutepat terbagi dalam 6 seksi sepanjang total 136,8 km, yang sebagian besar sudah beroperasi:
Seksi 1 Tebing Tinggi–Indrapura (22,85 km) – Sudah beroperasi
Seksi 2 Indrapura–Kuala Tanjung (15,6 km) – Sudah beroperasi
Seksi 3 Tebing Tinggi–Serbelawan (30 km) – Sudah beroperasi
Seksi 4 Serbelawan–Pematang Siantar (28 km) – Sebagian besar hampir rampung
Seksi 5 Pematang Siantar–Seribudolok – Dalam tahap penetapan trase
Seksi 6 Seribudolok–Parapat – Dalam tahap penetapan trase
Pembangunan tol ini dikerjakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) oleh PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) — konsorsium BUMN yang terdiri dari PT Hutama Karya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Waskita Toll Road.
Total nilai investasinya mencapai Rp13,45 triliun, dengan rincian komposisi pendanaan:
94,08% oleh Hutama Karya
2,96% oleh Jasa Marga
2,96% oleh Waskita Toll Road
Menariknya, tol ini juga memperhatikan nilai-nilai lokal dalam desainnya.
Gerbang Tol Sinaksak menampilkan ornamen Kepala Kerbau, simbol dari Kabupaten Simalungun
Gerbang Tol Dolok Merawan menonjolkan ornamen khas Melayu
Desain ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur tidak melupakan identitas budaya daerah.
Tol Kutepat akan menjadi jalur vital yang terhubung langsung ke jaringan Tol Trans Sumatera, sekaligus membuka akses lebih cepat ke kawasan pariwisata unggulan Danau Toba yang ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Dengan keberadaan jalan tol ini, tidak hanya wisatawan yang diuntungkan. Akses logistik, distribusi barang, hingga kemudahan bagi pelaku UMKM dan investor akan ikut terdampak positif.