F1 2025: McLaren Bisa Mengunci Gelar Konstruktor di Negeri Tetangga Indonesia, Ini Hitungannya

Selasa, 29/07/2025 20:01 WIB | Rulin purba
McLaren tinggal tunggu saat perpanjangan gelar juara dunia konstruktor F1.
McLaren tinggal tunggu saat perpanjangan gelar juara dunia konstruktor F1.

mobilinanews (Inggris) - Oscar Piastri dan Lando Norris solid di posisi 1-2 klasemen pembalap F1 2025. Di kejuaraan konstruktor lebih dahsyat lagi. Mereka bawa McLaren dengan keunggulan poin dua kali lipat dari rival.

Mereka berdua calon kuat juara dunia 2025. Tapi pertarungannya masih panjang karena selisih poin keduanya hanya 16 angka. Piastri punya 226 poin dan Norris menyumbang 250 angka.

Beda dengan kejuaraan konstruktor yang juaranya akan dapat hadiah langsung sekitar 140 juta USD di akhir musim. McLaren sudah mendulang. Total poin McLaren sudah mencapai 516.

Rival terdekatnya,  Ferrari dengan joki Lewis Hamilton dan Charles Leclerc,  baru mengoleksi total poin 248. Sedangkan Mercedes di peringkat ketiga punya 220 poin serta Red Bull dengan poin 192 di P4.

Unggul dua kali lipat atas Ferrari membuat kans McLaren kembali mendapuk gelar juara dunia konstruktor sangat terbuka. Bahkan jauh sebelum kalender kompetisi tahun ini berakhir yang menyisakan 11 balapan.

Secara matematis, McLaren bisa memenangkan kejuaraan konstruktor 2025 pada tiga balapan lagi, yang berarti mereka akan menjadi juara setelah Grand Prix Azerbaijan berakhir. Tapi, syaratnya sangat berat.

Agar itu terjadi, mereka membutuhkan banyak keberuntungan karena McLaren harus mencetak poin maksimal 44 di setiap balapan. Dan, saat sama berharap Ferrari sama sekali tidak menambah poin mereka.

Realistisnya, perebutan gelar juara akan berlangsung lebih lama. Syarat yang lebih mudah adalah McLaren memastikan trofi dunia itu di sebelah negara Indonesia, yaitu GP Singapura pada 3-5 Oktober.

Untuk itu McLaren harus lanjutkan tren finish 1-2 mulai dari GP Hungaria pekan ini dan selanjutnya seri Belanda, Italia, Azerbaijan dan Singapura. 

Jika bisa begitu, McLaren memastikan sukses mempertahankan gelar yang diraih tahun lalu setelah menunggu lama sejak gelar sebelumnya pada 1988. Ferrari tak bisa lagi mengejar meski rutin finish 3-4 di semua seri tersebut.

Jika gagal di Singapura, kesempatan berikutnya terbentang di benua Amerika. Entah di GP AS, Meksiko, Brasil atau GP Las Vegas.

Tinggal tunggu waktu dan tempat McLaren mendapuk trofinya. Tapi, sangat mungkin tak perlu menunggu dua seri terakhir di benua Asia, yakni GP Qatar dan Abu Dhabi. (r)