MotoGP 2025: On Fire di Aprilia, Jorge Martin Tetapkan Target di 10 Balapan Sisa dan Untuk Musim 2026

Kamis, 31/07/2025 00:01 WIB | Rulin purba
Juara dunia MotoGP 2024 Jorge Martin, finish perdana tahun ini di GP Rep.Ceko. Foto: aprilia)
Juara dunia MotoGP 2024 Jorge Martin, finish perdana tahun ini di GP Rep.Ceko. Foto: aprilia)

mobilinanews (Spanyol) - Libur kompetisi dimanfaatkan Jorge Martin untuk mengasah fisik dan mental. Semangatnya membara setelah merasakan potensi dahsyatnya Aprilia RS-GP di laga GP Rep.Ceko lalu.

Setelah 8 bulan tak pernah melihat bendera finish di depan motornya karena cidera berkepanjangan, juara dunia 2024 itu mengaku menangis di balik helmnya saat come back di Ceko dan meraih finish ke-11 di sesi sprint dan P7 di balapan utama.  Sekaligus meraih 9 poin perdananya tahun ini.

Saat sama, Marco Bezzecchi sebagai rekan satu tim kembali manggung di podium sebagai runner up setelah sebelumnya sempat lakoni fight keras versus Marc Marquez. 

Di situlah Martin mulai yakin dengan potensi Aprilia RS-GP. "Sangat jauh berkembang dibandingkan kali terakhir saya kendarai di GP Qatar," katanya.

Kini ia merasa on fire, semangat yang bernyala-nyala untuk merambah kalender balapan berikutnya yang menyisakan 10 race terakhir. Masa libur selama 3 minggu sepenuhnya ia pakai untuk mengasah diri. Antara lain dengan memperbanyak durasi latihannya di atas motor.

"Kita tak akan pernah tahu apa yang terjadi di depan. Yang paling penting saat ini saya merasa bahagia dan merasa punya kesempatan untuk kembali bermain di baris depan. Terlebih dahulu saya harus merapatkan jarak dengan Marco dan perlu sedikit perubahan untuk mencocokkan riding style di atas RS-GP. "

CEO Aprilia Massimo Rivola menyebut Martin perlu dua atau tiga seri grand prix lagi untuk kembali tarung di zona podium. Juga masih ada waktu untuk mencetak kemenangan perdananya untuk Aprilia seperti dicetak Bezzecchi di GP Inggris.

Tapi, Martin punya pemikiran berbeda. 

"Saya harus menambah kecepatan kisaran 0,4 detik per lap untuk fight menjadi juara. Ada 10 balapan sisa musim ini, sebagian di trek yang cocok dengan gaya balap saya dan sebagian lainnya tidak. Tapi, yang paling penting adalah terus mengembangkan diri dan motor."

"Saya tak ingin berpikir soal hasil. Tapi, berharap setidaknya bisa sekali saja naik podium tahun ini. Setelah itu menatap dan persiapan maksimal ke musim 2026," kata eks pembalap Pramac Ducati itu lewat motorsport. (r)