WRC 2025: Kalle Rovanpera Benar-Benar Ngamuk di Kandang. Gelar Juara Dunia Sudah Nongol di Depan Mata

Selasa, 05/08/2025 08:18 WIB | Rulin purba
Kalle Rovanpera dan navigator Jonne Halttunen usai memenangi seri WRC Finlandia 2025. (Foto: rsllyjournal)
Kalle Rovanpera dan navigator Jonne Halttunen usai memenangi seri WRC Finlandia 2025. (Foto: rsllyjournal)

mobilinanews (Finlandia) - Now or never? Sekarang atau tidak sama sekali. Prinsip itu yang dibawa Kalle Rovanpera di Rally Finlandia. Hasilnya, luar biasa!

Menjadi juara dunia WRC pada 2022 dan 2023 dan pemegang rekor perally termuda sepanjang sejarah, Rovanpera merasa selalu ada yang kurang karena sepanjang karirnya tak pernah menang di rumah sendiri, Rally Finlandia, yang dikenal sebagai salah satu reli tercepat dan berbahaya di dunia.

Itu sebabnya ia gaspol sejak sesi pembuka hingga finish pada Minggu (3/8) kemarin. Ia mengamuk,  tentunya tetap dengan penuh pertimbangan. Ia memenangkan 9 dari 20 special stage, dan mencapai finish dengan marjin 39,2 detik di garis finish. 

Catatan lain, Rovanpera mencatatkan rata-rata kecepatan 129,95 km dari 20 SS yang dihelat selama 4 hari itu. Ini menjadi rekor dunia.

"Rasanya tak terkira. Beberapa kali sebelumnya saya hampir juara di sini, di depan para penggemar yang luar biasa. Saya bertekad tahun inilah saatnya dan sejak awal berjuang keras," kata putra perally legendaris Finlandia, Hari Rovanpera, itu yang baru meraih kemenangan kandangnya pada penampilan kali ke-8.

"Saya mengemudi dengan sangat keras dan cepat karena saya juga membutuhkan banyak poin," imbuhnya.

Dengan kemenangan sesi Sabtu, Minggu dan Power Stage, Rovanpera membawa pulang maksimal poin, yakni 35. 

Jumlah itu belum cukup untuk meraih posisi pemimpin klasemen WRC 2025 yang sejak awal musim dipimpin Elfyn Evans, rekan setim Rovanpera di Toyota Gazoo Racing.  Evans bertahan dengan total poin 176, dikuntit ketat Rovanpera dengan nilai 173.

Hanya terpaut 3 angka dengan 5 seri kejuaraan tersisa hingga akhir musim. Membuat Rovanpera kembali sebagai favorit dalam perburuan gelar tahun ini setelah sukses mengejar defisit yang sempat 40-an poin atas Evans pada 5 putaran awal.

Punggawa Toyota Gazoo Racing lainnya, Sebastien Ogier nongkrong di P3 klasemen dengan 163 poin. Tapi, pemegang 8 gelar WRC itu hanya tampil part time seperti tahun sebelumnya dan dijadwalkan tak ikut penuh dalam sisa lomba tahun ini.

Di atas kertas, rival berat dari skuad Hyundai Motorsports, Ott Tanak dan Thierry Neuville, masih bersaing di jalur perebutan gelar dengan masing-masing koleksi poin 163 dan 125.

Tapi, di bawah kertas, peluang terbilang tipis. Terutama Neuville yang tahun ini tampaknya bakal sulit mempertahankan gelar yang ia raih pada 2024. 

Berbeda dengan Rovanpera yang tahun lalu juga memilih tampil part time seperti Ogier. Tahun ini ia on fire dan mengejar gelar dunia untuk kali ketiga. Sekarang, gelar itu sudah di depan matanya. (r)