mobilinanews (Inggris) - Meski tampak akur di depan media, sesungguhnya persaingan Oscar Piastri dengan Lando Norris sudah masuk tahap panas di internal tim McLaren. Bisa jadi bahkan brutal dalam 10 sisa race tahun ini.
Indikasi itu diingatkan oleh mantan pembalap McLaren asal Kolombia, Juan Pablo Montoya. Sudah 14 seri F1 tahun ini digelar. Piastri meraih 6 kemenangan dan Norris lima kali juara.
Tiga kemenangan dalam 4 race terakhir membuat Norris kini hanya tertinggal 9 poin dengan Piastri dalam klasemen kejuaraan dunia pembalap. Tinggal keduanya yang jadi favorit juara dunia karena juara bertahan Max Verstappen sudah jauh tertinggal di peringkat ketiga.
Kondisi itu, menurut Montoya, membuat rivalitas rekan satu tim itu bakal cenderung panas di sisa laga tahun ini.
"Keduanya berambisi meraih gelar dunia untuk kali pertamanya. Kesempatan besar hanya ada pada tahun ini. Tahun depan dengan regulasi baru tak ada yang tahu di mana McLaren, tak ada gransi. Bisa dominan seperti tahun ini tapi juga bisa kesulitan masuk 5 atau bahkan 10 Besar," kata Montoya.
"Situasinya saat ini, Lando berusaha keras mengambil alih pimpinan sedangkan Piastri berjuang untuk mempertahankan posisi. Sekarang saya lihat Oscar mulai panas dan gelisah," kata Montoya.
Sikap Piastri itu tampak dari komentar-komentarnya usai dikalahkan Norris di GP Hungaria.
"Mulai sekarang, (perburuan gelar) hanya antara saya dan Lando," tegas Piastri dengan kesan mengabaikan Verstappen sedangkan Norris mengaku belum bisa abaikan pembalap tim Red Bull itu.
Di GP Hungaria itu, Piastri dikalahkan Norris lewat strategi 2 kali pitstop sementara Piastri hanya sekali dan masuk pit lebih awal.
Saat mempertanyakan perbedaan strategi ban itu, race engineer-nya menjelaskan kalau itu diambil untuk merancang kesempatan Piastri mengalahkan Charles Leclerc (Ferrari) yang meraih pole position dan memimpin sesi awal balapan.
Tapi, jawaban Piastri tak terduga.
"Saya tak peduli dengan Charles. Yang saya inginkan hanya mengalahkan Lando," tegas Piastri.
Itulah beberapa contoh komentar yang membuat Montoya khawatir bakal terjadi drama persaingan internal antara Piastri dengan Norris. Sama seperti rivalitas tak sehat di skuad McLaren seperti zaman Ayrton Senna dengan Alain Promaupun uoun Fernando Alonso dan Lewis Hamilton di masa lalu.
Seperti pasangan terdahulu, saat ini pun tak ada kebijakan team order di McLaren. Tak ada yang didorong sebagai pembalap nomor satu untuk menjadi juara dunia.
"Mereka bebas bertarung sepanjang tak saking seruduk satu sama lain. Mereka profesional dan tahu dimana utamakan kepentingan tim dan saat mana mengutamakan kepentingan sendiri," kata Team Principal Andrea Stella.
CEO McLaren Zak Brown pun bersikap sama. Ia yakin kedua pembalapnya tak bakal saling menyakiti karena rasa hormat satu sama lain yang ditanamkan dalam tim.
"Mereka respek satu sama lain. Mereka tak akan mencederai hal itu. Kami bangga punya dua pembalap yang punya kepribadian seperti Lando dan Oscar. Kami menyukai tantangan, dan saya menunggu pertunjukan berikutnya dari Oscar dan Lando," ucap pengusaha kakap asal AS itu dikutip dari BBC.
Kedua bos besar itu boleh menunjukkan sikap tenangnya. Tapi, Montoya sebagai mantan pembalap tahu persis apa yang dirasa dan diinginkan seorang pembalap yang tengah berada dalam perburuan gelar.
Apakah drama yang dikhawatirkan Montoya akan terjadi? Ada 10 race di depan yang bisa memberi jawaban, dimulai dari GP Belanda di Sirkuit Zandvoort akhir bulan ini.