Kapal Raksasa Di Pelindo Angkut 7.000 Unit Mobil Listrik BYD, Kuatkan Pasar Otomotif Indonesia

Sabtu, 09/08/2025 10:53 WIB | bagas
Kapal Pengangkut BYD (Foto: Pelindo)
Kapal Pengangkut BYD (Foto: Pelindo)

Mobilinanews (Jakarta) - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), cucu perusahaan PT Pelabuhan Indonesia (Persero), mencetak sejarah baru dengan sukses melayani kapal kargo terbesar yang pernah singgah di pelabuhan mereka, MV. BYD Zhengzhou.

Diketahui sebelumnya, kapal RoRo (Roll-on/Roll-off) raksasa tersebut memiliki dimensi dengan panjang 200 meter dan lebar 38 meter yang diklaim mampu mengangkut hingga 7.000 unit kargo yang tersebar di 15 lantai.

Kedatangan kapal ini disambut meriah oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Iwan Suryana dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Presiden Direktur BYD Motor Indonesia Eagle Zhao, Direktur Strategis Pelindo Drajat Sulistyo, dan Direktur Utama IPCC Sugeng Mulyadi.

Dalam sambutannya, Iwan Suryana, Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi menekankan pentingnya sinergi antara investor dan pemangku kepentingan untuk mendukung iklim investasi.

"Sinergi dan kolaborasi positif antara investor, pemangku kepentingan dan stakeholder terkait menjadi elemen penting menuju target Indonesia Emas 2045," ujarnya mengutip keterangan resminya, Sabtu (9/8/2025).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi turut menambahkan bahwa pelayanan ini adalah bagian dari strategi Pelindo untuk terus berkomitmen meningkatkan kapasitas dermaga internasional.

Ia juga berharap kolaborasi antara Pelindo dan BYD Indonesia bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan menjadikan Indonesia pemain penting di pasar kendaraan listrik global.

"Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh pihak untuk memperkuat hubungan bilateral, memperluas peluang ekonomi dan menghadirkan solusi teknologi masa depan," tambah Sugeng.

Di sisi lain, Eagle Zhao dari BYD Motor Indonesia mengapresiasi semua pihak yang terlibat. Ia menyebutkan bahwa kapal dengan kapasitas besar ini akan membuat arus logistik lebih efisien dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan BYD.

Kinerja IPCC di paruh pertama tahun 2025 juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Volume ekspor kendaraan CBU (Completely Built-Up) meningkat 6,91% menjadi 171 ribu unit, sementara impor melonjak drastis hingga 85,39% menjadi 57 ribu unit.

Dari total impor tersebut, 28 ribu unit di antaranya adalah mobil listrik (BEV), dengan BYD berkontribusi sebesar 70%. Angka ini menunjukkan tingginya permintaan mobil listrik, khususnya merek BYD, di Indonesia.