mobilinanews (Spanyol) - Biarkan Marc Marquez merajalela di depan, tanpa lawan. Alihkan perhatian pada perebutan gelar runner-up. Ini yang bakal seru.
Hampir pasti Marquez akan meraih gelar 2025. Unggul 120 poin dari Alex Marquez (Gresini Ducati) membuat joki tim pabrikan Ducati itu tinggal menunggu waktu dan dimana mengunci gelar 2025.
Alex yang sejak awal musim kokoh di peringkat 2 klasemen, pun kini menyerah. Tak lagi bergairah mengejar gelar juara dunia. Target realistisnya kini adalah mempertahankan P2 karena ancaman dari Francesco Bagnaia (Ducati) semakin rapat dari posisi ketiga klasemen.
Memasuki paro kedua kompetisi di GP Austria pekan depan, keunggulan Alex atas Bagnaia hanya 48 angka. Kemungkinan besar bakal tergerus lagi karena adik kandung Marquez itu harus jalani long lap penalty di Austria akibat kesalahan membentur Joan Mir (Honda) di GP. Ceko lalu.
"Sudah terlalu jauh mengejar Marc. Kini yang harus dilakukan adalah mengalahkan Bagnaia. Saya harus pertahankan P2 sampai akhir musim. Runner up dunia susah menjadi prestasi yang sangat membanggakan, itu layak diperjuangkan," kata Alex yang tahun lalu nangkring di P8 klasemen akhir.
Pertempuran mereka berdua bisa jadi menu utama sisa balapan 10 race di depan. Apalagi, selama ini Alex terkesan sangat keras melawan Bagnaia di lintasan.
Dalam wawancaranya dengan Marca, Alex mulai takut dengan serangan Bagnaia pada paro kedua balapan tahun ini. Mengalahkan juara dunia 2022 dan 2023 itu pada tahun ini adalah tujuan utama. Sekaligus mencatatkan rekor keluarga, kali pertama dua bersaudara menjadi juara dunia dan runner-up sebuah kompetisi primer seperti MotoGP.
Bakal sengit karena Bagnaia pun punya rencana sama. Meraih P2 karena tak lagi merasa mampu mengejar Marquez.
"Saya memulai kompetisi tahun ini dengan tekad dan target juara dunia. Tapi, saat ini saya harus realistis untuk tidak mengejar Marc. Saya harus mengubah target dan memulai dari titik yang berbeda, yakni mengejar Alex," tegas Bagnaia. (r)