MotoGP 2025 Hungaria: Dikabarkan Ribut Dengan Bos Ducati, Ini Pernyataan Francesco Bagnaia

Jum'at, 22/08/2025 02:34 WIB | Rulin purba
Francesco Bagnaia (Italia/Ducati). (Foto: GmG-bikesport)
Francesco Bagnaia (Italia/Ducati). (Foto: GmG-bikesport)

mobilinanews (Hungaria) - Tiba di Sirkuit Balaton Park Hungaria, Kamis (21/8), Francesco Ducati langsung bertemu dengan para awak media. Ia menarik ungkapan marah penuh emosi kepada Ducati seusai GP Austria lalu.

Saat itu Bagnaia menumpahkan kesal dan amarahnya usai finish P8 di raceday. Padahal ia start dari front row (P3) dan kecepatannya kompetitif sepanjang sesi latihan dan kualifikasi. Pada sesi warm-up jelang balapan, kecepatannya pun masih okay, P2 di  bawah Marco  Bezzecchi (Aprilia) yang saat kualifikasi pun tercepat.

Tapi, saat race sesungguhnya,  Desmosedici GP25-nya terasa lemot setelah beberapa lap. Ia disalip para pembalap tim Gresini, KTM, Tech3, bahkan disalip Joan Mir (Honda) yang selama ini bukan lawan sepadan.

Ironisnya, ia kalah dari rekan setim sesama pengguna GP25, Marc Marquez. Meski start dari urutan keempat, Marquez sukses menjadi juara Austria dengan gap 12,846 detik atas Bagnaia. Sungguh keterlaluan!

Wajar kalau Bagnaia benar-benar bingung dan marah usai balapan. 

"Saya tak bisa lagi bersabar. Ducati harus memberi jawaban," tegas juara dunia 2022 dan 2023 itu mengumbar kekecewaan karena musim ini tau kompetitif dengan masalah yang ia hadapi itu-itu saja namun tak ada perbaikan.

Ujungnya,  ia dikabarkan ribut dengan GM Ducati Corse Luigi 'Gigi' Dall'Igna. Gigi dalam kesempatan terpisah pun memuji kerja keras dan hasil yang diraih Marquez, memuji Fermin Aldeguer (Gresini/finish P2) sembari menyebutnya sebagai aset masa depan Ducati, dan sebaliknya menyebut penampilan Bagnaia mengecewakan.

Dalam pertemuan dengan media di Balaton itu, Bagnaia menarik kembali ucapan-ucapannya di Austria dan mengakui khilaf dan emosi.

"Sama sekali tak ada masalah di dalam tim. Masalahnya adalah saya yang bicara terlalu bersemangat dan blak-blakan. Kadang hal itu bagus, kadang sebaliknya."

"Saat menyelesaikan  balapan yang penuh bencana seperti Austria, Anda kemudian merasa gugup dan marah.  Dalam situasi seperti itu Anda harus berhadapan dengan wartawan untuk menjelaskan apa yang salah."

"Saat bicara terlalu bersemangat, Anda bisa membuat pernyataan yang salah. itu yang terjadi. Tidak ada masalah di tim, saya sudah bicara dengan semua orang," lanjutnya sekaligus bantahan soal keributan dengan Dall'Igna di garasi Ducati.

"Kami semua berada di perahu yang sama.  Saat mencoba memahami situasi; ini tidak mudah terutama bagi kru, karena mereka berusaha memberi apa yang saya butuhkan."

"Setelah tujuh bulan berjuang untuk hal yang sama, kami hanya perlu mengubah sesuatu. Tapi  saya tidak tahu apa itu dan bagaimana. Kami hanya perlu memahami apa yang terjadi dan menetapkan solusinya. Yang jelas saya lebih lambat dibandingkan dengan catatan waktu  tahun lalu," terang Bagnaia panjang lebar.

Dan, ia tetap bersemangat masuk ke GP Hungaria. Akan menarik karena semua pembalap tak punya pengalaman bertanding di trek baru itu. Sedangkan ia  bersama Marquez dan joki Ducati lainnya sudah mencicipi lintasan Balaton dengan besutan Ducati Panigale V4S. 

Bagnaia tercepat di situ, mengalahkan Marquez.

"Saya ingin melupakan seri Austria dan memasuki trek baru ini dengan semangat baru. Balapan di sini akan menegangkan dan seru karena ada beberapa tempat ideal untuk menyalip." (r)