mobilinanews (Italia) - Baru berencana menguji mesin baru Yamaha, V4, di GP San Marino mendatang, Fabio Quartararo sudah punya rencana jangka panjang.
Sejak Yamaha mencanangkan proyek V4, sejak saat itu pula El Diablo punya harapan baru. Yakni keyakinan kalau itu adalah solusi untuk mendongkraknya kembali ke papan atas kompetisi.
Maklum, prestasi juara dunia 2021 itu stagnan, salah satu sebabnya karena mesin inline-4 yang dipakai Yamaha sudah seharusnya masuk kotak. Karena 4 pabrikan MotoGP (Ducati, Honda, Aprilia dan KTM) lainnya sudah beralih ke V4.
Gairah Quartararo kian meluap saat Augusto Fernandez menguji perdana V4 pada April lalu. Disebut-sebut top speed dan power-nya lebih dahsyat dari mesin saat ini. Perihal inilah yang bikin Quartararo tak sabar untuk mengujinya.
"Buat saya itu salah satu bagian terpenting. Jika mesin Anda kurang bertenaga maka akan sulit menyalip pada race. Jika tak bisa menyalip maka itu bukan motor petarung," katanya.
Ia sebenarnya sudah ingin menjajal mesin baru itu. Tapi, Yamaha menahannya sampai benar-benar siap diuji oleh pembalap utama Yamaha itu.
GP San Marino pada pertengahan September nanti adalah momen yang tepat. Fernandez akan tampil balapan lewat fasilitas wild card. Itu berarti para teknisi Yamaha punya cukup waktu untuk mengumpulkan data penting untuk menyiapkan basis set-up untuk Quartararo.
Sehari setelah raceday San Marino, Senin (15/8), Quartararo dan Alex Rins diplot ikut tes resmi di trek yang sama. Keduanya akan fokus untuk V4, diperbandingkan dengan mesin lawas, dan dari situ memutuskan mesin mana yang diusung ke musim 2026.
"Saya berharap Yamaha benar-benar fokus dan konsisten pada pengembangan V4," ucap rider Prancis itu, secara terbuka sudah lebih dulu menentukan sikap memilih V4
Hari berikutnya, Selasa (16/8) digelar juga tes resmi MotoGP di Sirkuit yang sama. Kali ini tes khusus untuk ban Pirelli yang pada 2027 menjadi ban resmi menggantikan Michelin. Tentu saja Quartararo lebih memilih pengujian ban baru itu dilakukan dengan Yamaha V4, menunjukkan sikap seriusnya untuk memprioritaskan mesin itu ketimbang yang lama.
Sebagai bentuk keseriusan itu, El Diablo pun mendorong Yamaha mempertahankan Jack Miller yang akhir tahun ini usai kontrak dengan Pramac Yamaha, ketimbang merekrut pembalap muda.
"Jack pembalap yang berpengalaman dengan mesin V4. Kami butuh pengalaman itu," katanya.
Sebelum ditarik Yamaha, sebelum ini Miller adalah pembalap Pramac Ducati dan tim pabrikan KTM. (r)